Kemnaker Serahkan Anugerah Siddharkarya kepada Enam Perusahaan di Pontianak

Oleh Reza pada 04 Des 2020, 17:23 WIB
Diperbarui 04 Des 2020, 17:23 WIB
Kemnaker
Perbesar
Kemnaker Serahkan Anugerah Siddharkarya kepada Enam Perusahaan di Pontianak

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali memberikan anugerah Siddhakarya Tahun 2020 kepada enam pelaku usaha di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (2/12/2020). Penyerahan Siddhakarya (Karya Prima) diserahkan langsung oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker, Budi Hartawan, yang diwakili oleh Kepala Bagian Pelayanan Informasi Publik (PIP) Kemnaker, Subhan.

"Penganugerahan ini memiliki arti sangat besar, terutama mengangkat harkat dan martabat bangsa, khususnya para Pengusaha Kecil, Menengah,dan Besar di Kalimantan Barat," ujar Subhan seraya meminta agar penerima penghargaan Siddhakarya, terus memiliki komitmen untuk mempertahankan prestasi yang telah diraihnya dan meningkatkannya di tahun-tahun mendatang.

Anugerah Siddhakarya yang diartikan Karya Prima, merupakan penghargaan kualitas dan produktivitas tertinggi di tingkat Provinsi yang penyerahannya dilakukan oleh Gubernur pada setiap tahun genap. Sebelumnya, pada Rabu (25/11/2020) lalu, Kemnaker juga menyerahkan anugerah Siddhakarya Tahun 2020 di Provinsi Bengkulu.

Subhan mengatakan, Kemnaker memiliki delapan kriteria dalam menilai performa perusahaan penerima anugerah produktivitas yang menggunakan metode Business Excellence Malcolm Baldrige. Kedelapan kriteria itu yakni kepemimpinan; perencanaan strategis; fokus pada pengembangan dan Manajemen SDM; fokus pada pelanggan dan perluasan pasar; data, informasi, dan analisis; manajemen proses; hasil usaha; dan produktivitas.

"Kriteria produktivitas ditambahkan dengan pertimbangan bahwa penilaian performa perusahaan ini dilakukan dalam rangka penganugerahan produktivitas Siddhakarya dan Paramakarya. Dengan demikian, di samping performa hasil usaha, perlu pula dinilai performa produktivitasnya," katanya.

Ditambahkan Subhan, tujuan pemberian Siddhakarya ini, pertama untuk mendorong dunia usaha, terutama usaha kecil dan menengah, untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas serta daya saing perusahaan, sehingga dapat terus berperan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kedua, menyosialisasikan kategori dan kriteria kinerja perusahaan unggul kepada perusahaan untuk diimplementasikan. Ketiga, memberikan pengakuan dan penghargaan kepada perusahaan kecil, menengah, dan besar yang telah berhasil dan unggul dalam peningkatan produktivitas dapat dijadikan teladan dan percontohan standar keberhasilan (bench-marking best practice) bagi perusahaan-perusahaan lain.

"Penganugerahan Siddhakarya ini juga bertujuan untuk memfasilitasi pengembangan jejaring komunikasi antar pelaku dunia usaha, sehingga dapat memanfaatkan pertukaran informasi tentang pengalaman praktis terbaik (best practice)," ujar Subhan.

Subhan menambahkan, melalui peningkatan produktivitas dan daya saing perusahaan, terutama perusahaan kecil, menengah, dan besar, maka dunia usaha di Indonesia dapat terus bertumbuh secara berkelanjutan, sehingga dapat menciptakan perluasan kesempatan kerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

"Hal ini sangat penting, karena perusahaan kecil dan menengah merupakan penyangga perekonomian nasional yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan," ujarnya.

Sementara Kadisnakertrans Provinsi Kalbar, Manto, mengatakan pihaknya memberikan anugerah Siddhakarya setelah melalui rangkaian proses penilaian dan pertimbangan serta beberapa kriteria yang telah ditetapkan.

"Hasil penilaian dituangkan dalam bentuk nilai dengan kualifikasi pemimpin baru 1 perusahaan dan berkinerja baik 1 perusahaan dan mulai berbenah 4 perusahaan," ujarnya

Acara penganugerahan Siddhakarya di Pontianak dihadiri Kadis Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pontianak; Kadissosnakertrans Kabupaten Kubu Raya; Kadissosnakertrans Kabupaten Sambas; dan Ketua Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Kalimantan Barat. Hadir pula 19 perusahaan/UKM dari Pontianak, kabupaten Kubu Raya, Sambas, dan Sanggau.

 

(*)