Green Productivity Jadi Akselerasi Pembangunan, Kemanker: Harus Segera Jadi Aksi Nyata di Dunia Kerja

Oleh stella maris pada 30 Nov 2020, 16:41 WIB
Diperbarui 30 Nov 2020, 17:13 WIB
Kemnaker
Perbesar
Kemnaker.

Liputan6.com, Jakarta Green Productivity (GP) merupakan bagian terpenting dan salah satu kunci untuk mengakselerasi pembangunan. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Bina Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI Fahrurozi, saat membuka Training Green Productivity for Certification Body. 

"Green Productivity (GP) harus segera menjadi aksi nyata dalam masyarakat baik dalam kehidupan sehari-hari di dunia kerja khususnya," ujar Rahrurozi saat membuka acara training selama lima hari pada 26-30 November 2020, di Hotel Mercure Gatot Subroto, Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Fahrurozi menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan, terkait bentuk dan format modul Green Productivity yang akan digunakan. 

Selain itu, tujuan dalam menerapkan modul GP adalah sebagai salah satu prasyarat untuk pembentukan Certification Body yang ditetapkan oleh APO Secretariat dan merupakan bagian dari APO Acreditation Body.

"Kegiatan ini sekaligus sebagai salah satu forum group discussion, antara para penyusun modul yang berasal dari berbagai komunitas dan stakeholders bersama para pakar produktivitas dari dalam dan luar negeri," kata Fahrurozi.

Fahrurozi berharap dengan adanya kegiatan ini dapat dihasilkan suatu program atau modul yang telah difinalisasi bersama dengan para expert baik secara format dan konten.

"Sehingga hasilnya dapat dipakai untuk menghasilkan assessor produktivitas bidang Green Productivity Specialist yang kualifikasinya dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Dalam paparannya, Ketua Lembaga Produktivitas Nasional, Bomer Pasaribu juga menyampaikan terkait pentingnya GP untuk membangun suatu bangsa. GP akan mempunyai nilai ekonomi tinggi dengan menggunakan energi sumber daya alam yang diatur dengan baik.

"Banyak sumber daya alam berupa energi angin, air dan sinar matahari yang harusnya dimanfaatkan lebih baik lagi," ujarnya. 

Untuk diketahii, kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta termasuk para akademisi penyusun modul, perusahaan swasta dan BUMN, kementerian dan lembaga pemerintah yang terkait GP, serta stakeholders lainnya.

Selain Fahrurozi dan Bomer Pasaribu, seminar juga menghadirkan delapan narasumber dan beberapa praktisi yang telah menerapkan GP, baik di organisasi maupun perusahaan, termasuk dari APO yaitu Mr alex Yap dari Malaysia melalui online.

 

(*)