Kemenag Gelontorkan Bantuan Subsidi Upah Bagi 600 Ribu Guru

Oleh Yopi Makdori pada 27 Nov 2020, 21:29 WIB
Diperbarui 27 Nov 2020, 21:31 WIB
Menag Fachrul Razi secara simbolis menyerahkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Bukan PNS kepada lima orang perwakilan pada Rabu (25/11/2020). (Dokumentasi Kemenag)
Perbesar
Menag Fachrul Razi secara simbolis menyerahkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Bukan PNS kepada lima orang perwakilan pada Rabu (25/11/2020). (Dokumentasi Kemenag)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi lebih dari 600 ribu guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Kementerian Agama.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Zain mengatakan, agar bantuan tak salah sasaran, Kemenag menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) guna mencocokkan data penerima bantuan.

"Mereka ini begitu tulus, ikhlas mendidik anak-anak kita di tengah-tengah pandemi ini," kata Zain dalam keterangan tertulis, Jumat (27/11/2020).

Menurut Zain, 84 persen dari 126 ribu guru di lingkungan Kementerian Agama masih berstatus guru honorer. Serta 58 ribu di antaranya, ternyata belum memiliki nomor rekening bank aktif.

"Dengan NIK ini bisa teratasi, karena dari 886 ribu guru itu, Di sinilah pentingnya NIK ini, jadi penyalur bisa langsung membuatkan rekening itu," jelas Zain.

Sebelum menyalurkan bantuan, tutur Zain, pihaknya benar-benar melakukan validasi data dengan lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan BSU tepat sasaran. Dalam daftar SIMPATIKA Kemenag, terdaftar 886.840 GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) yang tervalidasi, dan telah lebih dari 100 ribu mendapat bantuan pra kerja.

"Pemberian subsidi upah di Kementerian Agama, di madrasah, ada namanya simpatika, sistem informasi yang memuat semua informasi mengenai guru dan tenaga kependidikan kita. Kami juga menyalurkan bantuan ini kepada guru-guru Pendidik Agama Islam yang mengajar di sekolah-sekolah umum," ungkap Zain.

Bantuan Subsidi Upah untuk Guru Madrasah Honorer dan GTK Non-PNS diberikan kepada total 637.408 GTK Non PNS, baik guru di madrasah maupun guru Pendidikan Agama Islam pada sekolah umum. Kementerian Agama menargetkan BSU akan mulai disalurkan pada akhir November atau paling lambat awal Desember ini.

2 dari 3 halaman

Guru miliki peran besar di masa pandemi

Menteri Agama Fachrul Razi menyerahkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Bukan PNS di Hari Guru Nasional 2020.

Acara simbolis ini diterima oleh lima orang perwakilan, masing-masing sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan. Adapun BSU diberikan usai Upacara Hari Guru Nasional 2020, di Kantor Kementerian Agama, Rabu (25/11/2020).

Penyerahan bantuan ini sekaligus menandai akan dimulainya proses pencairan BSU bagi GTK Madrasah Non PNS.

Fachrul menuturkan, guru memiliki peran besar di masa pandemi Covid-19 ini untuk menjaga keberlangsungan bangsa. Ia juga mengapresiasi para guru yang telah berdedikasi tanpa henti selama pandemi Covid-19.

Menurutnya, BSU menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap perjuangan dan dedikasi para guru. "Meskipun kondisi masyarakat sedang menghadapi pandemi Covid-19, akan tetapi guru tetap menunjukkan baktinya kepada peserta didik, dan masyarakat dan negara," kata Fachrul.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓