Ketersediaan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di RS Rujukan Jakarta Sisa 25 Persen

Oleh Ika Defianti pada 26 Nov 2020, 10:44 WIB
Diperbarui 26 Nov 2020, 10:49 WIB
FOTO: Melihat Alat Pendukung Perawatan Pasien di RS Darurat COVID-19
Perbesar
Alat pendukung perawatan pasien virus corona COVID-19 terlihat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). RS Darurat Penanganan COVID-19 dilengkapi dengan ruang isolasi, laboratorium, radiologi, dan ICU. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Keterisian tempat tidur isolasi Covid-19 dan ICU di 98 rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Jakarta telah diperbaharui. Hal tersebut berdasarkan data yang diunggah dalam akun instagram @dkijakarta, hingga 22 November 2020.

Dalam unggahan tersebut ketersediaan tempat tidur isolasi masih ada sebanyak 25 persen dari jumlah total sebanyak 6.016. Dari data tersebut keterpakaian tempat tidur isolasi mencapai 75 persen dengan total pasien isolasi sebanyak 4.521 orang.

Sedangkan, untuk ketersediaan tempat tidur ICU pasien Covid-19 masih ada 31 persen dari jumlah total sebanyak 837. Dari data tersebut keterpakaian tempat tidur ICU sudah mencapai 69 persen dengan total pasien ada 578 orang.

Untuk menambah tempat tidur isolasi pemerintah pusat telah berkolaborasi dengan dua hotel di Jakarta yang dapat digunakan masyarakat secara gratis. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan sejumlah lokasi untuk tempat isolasi mandiri.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan pengujian spesimen untuk virus Corona atau Covid-19 di Jakarta dapat mencapai 20 ribu dalam sehari. Dia menyebut jumlah tersebut naik berkali lipat dibandingkan awal pandemi.

"Kapasitas kita pada saat awal krisis, itu sekitar 120 hingga 150 sampel per hari. Sekarang kita sudah sampai 20 ribu spesimen per hari," kata Anies di video YouTube Layanan Jakarta, Selasa (24/11/2020).

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Percepat Testing dan Tracing

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan ribuan spesimen tersebut dilaksanakan oleh laboratorium gabungan milik pemerintah dan swasta. Saat ini jumlah laboratorium mengalami kenaikan hingga lebih 60 lokasi.

"Ada lebih dari 40 lab pada saat awal. Sekarang ada lebih dari 60 lab yang kita jaring untuk bekerja bersama meningkatkan kapasitas testing," ucapnya.

Untuk mempercepat pelaksanaan testing, tracing, dan treatment Pemprov DKI merekrut ribuan relawan tenaga kesehatan profesional.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓