Cerita Megawati tentang Sosok Bung Karno yang Pecinta Buku

Oleh Delvira Hutabarat pada 24 Nov 2020, 20:24 WIB
Diperbarui 24 Nov 2020, 20:24 WIB
PDIP Umumkan 48 Calon Kepala Daerah Pilkada 2020
Perbesar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat pengumuman nama calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah di DPP PDIP, Jakarta, Rabu (19/2/2020). Pengumuman 48 nama calon yang akan maju Pilkada 2020 ini masuk dalam gelombang pertama. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang juga putri Proklamator RI Bung Karno menilai sang ayah sebagai sosok pecinta buku. Megawati mengatakan, ayahnya itu sering kali dilihatnya membaca dalam berbagai kesempatan.

Megawati menyatakan, bahkan buku koleksi Bung Karno mencapai puluhan ribu, dari dalam negeri maupun luar negeri.

"Bapak saya humoris. Tak bisa melihat dia sekadar politisi, seorang pejuang. Dia adalah manusia yang sangat humanis. Kita dapat merasakan. Akibat pendidikan itu, Bung Karno sangat haus dengan buku. Bukan hanya menurut dia buku jendela dunia, tetapi juga masuk ke dalamnya," kata Megawati dalam webinar pembukaan pameran daring Buku Bung Karno, Selasa (24/11/2020).

Megawati bercerita, saat menjadi mahasiswa, dirinya beberapa kali meminta rekomendasi buku kepada Bung Karno. 

Saat itu, Bung Karno sangat menghafal judul buku sesuai konteks permintaan Megawati sekaligus menunjukkan letak bukunya. Secara detail, sang ayah menunjukkan posisi rak dan baris ke berapa buku itu berada. Megawati yang mendalami ilmu psikologi menilai Bung Karno memiliki fotografis memori yang kuat.

"Beliau menata sendiri buku-bukunya. Sampai hari ini ketika kami keluar dari Istana, Bung Karno membiarkan saja di situ buku-bukunya. Mungkin jumlahnya 20 ribu sampai 30 ribu, yang bertebaran di Istana Merdeka, Istana Negara, dan Istana Bogor. Yang saya dengar itu mulai diarsipkan," jelas Megawati.

 

2 dari 3 halaman

Ajak Pemuda Indonesia Baca Buku Bung Karno

Oleh karena itu, Ketua Umum PDIP ini tak merasa heran jika sang ayah pintar berbahasa sejumlah negara, seperti Jerman, Inggris, dan Belanda. Serta menjadi penggagas Konferensi Asia Afrika (KAA).

Menurut Megawati, pemuda Indonesia wajib membaca buku-buku yang ditulis oleh Bung Karno. Seperti buku Indonesia Menggugat, yang di dalamnya hasil pemikiran Bung Karno dengan kondisi bangsa saat itu terhadap kolonialisme.

"Bagi saya, membaca buku Bung Karno, selain membuka jendela dunia, juga mengekstraksi pikiran-pikiran dari banyak tokoh-tokoh dunia yang dikenal beliau dari buku-bukunya," ucapnya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓