Kemenag Buat Naskah Khutbah Jumat, Ulama dan Akademisi Dilibatkan

Oleh Liputan6.comLuqman Rimadi pada 24 Nov 2020, 10:08 WIB
Diperbarui 24 Nov 2020, 10:08 WIB
Salat Jumat
Perbesar
Sejumlah warga antusias melaksanakan salat Jumat di Masjid Raya Bandung, Jumat (12/6/2020). Ibadah salat berjamaah ini merupakan yang pertama digelar di Masjid Raya Bandung di masa pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Liputan6.com, Jakarta Direktorat Jenderal (Dirjen) Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan pihaknya akan menyiapkan naskah khutbah Jumat sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin menggunakannya. 

Materi khutbah Jumat akan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Karenanya, Kemenag akan melibatkan para ulama dan akademisi yang pakar pada bidangnya. 

"Rencana penyusunan khutbah Jumat ini sejalan dengan kebijakan Kemenag untuk menyediakan literasi digital yang mendukung peningkatan kompetensi penceramah agama. Kami akan menyiapkan naskah berkualitas dan bermutu dengan tim penulis ahli di bidangnya," katanya di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Amin menjelaskan naskah yang disusun bisa jadi alternatif. Tetapi dia menegaskan tidak ada kewajiban setiap masjid dan penceramah untuk menggunakannya.  

"Tidak ada kewajiban setiap masjid dan penceramah untuk menggunakan naskah khutbah Jumat yang diterbitkan Kemenag," ungkap dia. 

Amin juga menjelaskan penyusunan akan melibatkan ulama, praktisi, dan akademisi penting untuk menghasilkan naskah khutbah Jumat yang berkualitas dan relevan dengan dinamika sosial. Ada sejumlah tema yang akan disusun. 

Dia merinci tema tersebut yaitu terkait akhlak, pendidikan, globalisasi, zakat, wakaf, ekonomi syariah, dan masalah generasi milenial.Kamaruddin yakin jika naskah yang disusun Kemenag itu terjaga kualitasnya, maka akan digunakan oleh masyarakat. 

"Meski bukan keharusan, kalau naskah Kemenag bermutu, baik dari sisi pesan maupun redaksi, pasti akan digunakan oleh masyarakat dan masjid-masjid di Indonesia," ungkapnya. 

 

2 dari 3 halaman

Beri Informasi Konstruktif

Amin menjelaskan khutbah Jumat harus menjadi instrumen untuk memberikan informasi konstruktif kepada masyarakat. 

Karena itu, sudah seharusnya Kemenag hadir untuk ikut memfasilitasi keberadaan naskah yang sesuai dengan perkembangan zaman di masyarakat.

"Jadi, khutbah Jumat juga perlu membahas masalah kekinian berikut solusinya. Itu menjadi salah satu fokus dalam penyusunan naskah khutbah ini," ujarnya.

 

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by