DPR Minta Guru Ekstra Hati-Hati Saat Sekolah Buka di Masa Pandemi Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 23 Nov 2020, 14:14 WIB
Diperbarui 23 Nov 2020, 14:14 WIB
Pemberian Imunisasi untuk Anak Sekolah di Kota Depok
Perbesar
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin tetanus difteri ke siswa kelas 1 di SDI Al Hidayah, Cinere, Depok, Jumat (20/11/2020). Program imunisasi kepada pelajar di Kota Depok terus berjalan guna menjaga kesehatan anak dan meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi COVID-19. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, meminta pemerintah benar-benar menyiapkan fasilitas yang menunjang dan sesuai standar protokol kesehatan Covid-19, jika nanti sekolah tatap muka dibuka kembali.

"Kita minta kepada pemerintah untuk benar-benar menyiapkan fasilitas yang ada di sekolah-sekolah, yang memenuhi standar protokol Covid-19," kata Sufmi di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Dia juga berpesan, agar guru juga meningkatan perhatiannya terutama pada murid-muridnya, agar tak menjadi klaster baru Covid-19.

"Kepada guru untuk ekstra hati-hati memperhatikan murid-muridnya dalam belajar serta dalam mengatasi pandemi Covid-19, supaya tidak menjadi klaster baru di sekolah-sekolah," jelas Sufmi.

Sufmi menilai dibukanya sekolah tak perlu menunggu vaksin Covid-19. 

"Kalau untuk vaksinasi kita memang perlu mengkaji lebih dalam dan sangat bisa berhati-hati terhadap ujicoba klinis yang ada, karena terhadap vaksin ini tidak sesederhana kita memulai sekolah langsung. Sekolah cukup dengan protokol Covid-19," jelas politisi Gerindra ini.

Dia pun kembali mengingatkan, bahwa ini masih pro dan kontra di tengah masyarakat. Sehingga, semuanya masih melihat angka Covid-19 sampai akhir tahun ini. "Nanti kita belum tahu 1 bulan ke depan sampai dengan akhir tahun bagaimana grafiknya di Indonesia," kata Sufmi.

 

2 dari 2 halaman

Sekolah Dibuka

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mengizinkan dibukanya kembali sekolah tatap muka meski Pandemi Covid-19 belum berakhir. Tetapi, dia berpesan agar pembukaan sekolah disesuaikan dengan kesiapan daerah tersebut.

"Pemerintah pada hari ini melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah Kanwil kantor kewenangan untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah. Di bawah kewenangannya ini bisa saja secara serentak ataupun bertahap, tergantung kepada kesiapan masing-masing daerah sesuai dengan deskripsi kepala daerahnya berdasarkan evaluasi kepala daerahnya mengenai mana yang siap, mana yang tidak," kata Nadiem di sela bersama sejumlah menteri terkait Pengumuman Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19, Jumat (20/11/2020).

Nadiem mengatakan kebijakan ini bisa diberlakukan mulai semester genap mendatang atau tahun ajaran 2020-2021.

"Jadinya bulan Januari 2021 jadi daerah dan sekolah diharapkan kalau siap untuk melakukan tatap muka kalau ingin mempertemukan harus segera meningkatkan kesiapannya untuk melaksanakan ini dari sekarang sampai akhir tahun," pesan Nadiem.

 

Reporter: Genan Saputra

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓