Anies Baswedan Siapkan Rp 254 Miliar untuk Tambah Makam Jenazah Covid-19

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 07 Nov 2020, 10:09 WIB
Diperbarui 07 Nov 2020, 10:09 WIB
Krisis Lahan Pemakaman Jenazah Covid-19 di Jakarta
Perbesar
Potret udara memperlihatkan pemakaman jenazah korban COVID-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta, Selasa (22/9/2020). Pemprov DKI segera mencarikan lahan baru yang dapat dijadikan sebagai lokasi peristirahatan terakhir bagi orang yang meninggal akibat Corona Covid-19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganggarkan Rp 254 miliar, guna menambah lahan pemakaman khusus jenazah Covid-19. Dia menegaskan, penambahan ini penting, sebab pandemi belum berakhir.

"Pengadaan tanah ruang terbuka hijau untuk makam sebesar Rp 254 miliar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih membutuhkan lahan pemakaman terkait pandemi Covid-19," kata Anies saat Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat 6 November 2020.

Pada rapat itu, Anies belum merinci lokasi untuk penambahan makam ini. Namun yang pasti, TPU Rorotan yang tengah dalam tahap pematangan lahan khusus pemakaman jenazah korban Covid-19.

"Tanah TPU di Rorotan saat ini sedang dalam proses pematangan lahan, sehingga belum siap digunakan untuk pemakaman," ungkap Anies.

 

2 dari 3 halaman

Masih Punya Lahan Kosong

Selain Rorotan, Anies menyebut Pemprov DKI memiliki tanah Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat. Namun, aset ini belum bisa difungsikan untuk jenazah Covid-19.

Anies menjelaskan, tanah tersebut merupakan lahan pengganti antara pengembang (ruilslag) dan Pemprov DKI Jakarta pada 28 tahun lalu.

"Aset tanah Pegadungan merupakan hasil ruilslag antara pengembang dengan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 1992. Kondisi lahan belum siap pakai, dan perlu dilakukan kembali pengembalian batas dengan koordinasi antara BPAD dan BPN," Anies menandasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓