Diimingi Dapat Jodoh, Remaja di Tangerang Jadi Korban Pencabulan Dukun Palsu

Oleh Liputan6.com pada 07 Nov 2020, 08:32 WIB
Diperbarui 07 Nov 2020, 08:32 WIB
Ilustrasi Pencabulan
Perbesar
Ilustrasi Pencabulan (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Tangerang - Mengaku bisa baca masa depan, dukun abal-abal berinisial J mencabuli seorang perempuan di daerah perkebunan di Desa Marga, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Korbannya kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya kepada keluarga.

Keluarga yang tidak terima perbuatan pelaku melapor ke polisi. Kejadian asusila tersebut dialami korban setelah mengenal pelaku yang mengaku bisa membaca garis tangan dan membaca masa depan korban.

"Tersangka mengaku bisa tahu masa depan melalui garis tangan. Korban yang tergiur kemudian meminta jasa tersangka untuk melihat masa depannya," kata Kapolres Kota Tangerang, Kombes Ade Ary, soal dukun cabul tersebut, Jumat (6/11/2020).

Korban saat itu termakan tipu daya dukun palsu itu. J langsung mengajak korban ke rumahnya yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Di tempat tersebut pelaku berpura-pura membaca garis tangan korban.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Ditakuti Sulit Dapat Jodoh

Tak lama kemudian, pelaku mengajak korban ke kawasan perkebunan. Dia beralasan, garis tangan korban lebih mudah terbaca di kawasan tersebut.

"Saat di perkebunan itu, dia langsung melakukan tindak asusilanya dengan lebih dulu menakuti korban, dengan mengatakan kalau korban akan sulit dapatkan jodoh bila tidak memenuhi permintaannya tersebut," ujar Ade.

Korban yang merasa takut langsung melaporkan kepada keluarganya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

 

Reporter: Kirom

Sumber: Merdeka

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya