Larangan Kantong Plastik Segera Diterapkan di Pasar Tradisional Bogor

Oleh Achmad Sudarno pada 06 Nov 2020, 06:37 WIB
Diperbarui 06 Nov 2020, 06:37 WIB
Ilustrasi Kantong Plastik
Perbesar
Ilustrasi Kantong Plastik. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah sukses memberlakukan larangan kantong plastik di retail modern, Pemerintah Kota Bogor akan menerapkan kebijakan serupa di setiap pasar tradisional yang ada di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya menargetkan larangan kantong plastik di pasar tradisional dimulai akhir tahun ini.

"Kami terus matangkan dengan melakukan kajian dan sosialisasi. Harusnya awal tahun ini sudah mulai sosialisasikan, tapi karena terkendala Covid-19, jadi ada keterbatasan," kata Bima, Kamis (5/11/2020).

Menurutnya, para pedagang dan pembeli di pasar tradisional harus diedukasi terkait bahaya kantong plastik bagi lingkungan.

Pedagang dan pembeli di pasar tradisional masih sangat bergantung terhadap kantong plastik. Untuk itu, lanjut Bima, sosialiasi pelarangan penggunaan kantong plastik harus gencar dilakukan. Sebelum, aturan Perwali itu diberlakukan di Kota Bogor.

"Ada dua catatan. Pertama, memastikan bahwa kita punya solusi untuk substitusi kantong plastik. Kedua, menyosialisasikannya kepada semua," ujarnya.

Dari pengalaman ketika menerapkan Perwali 61/2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di toko atau retail modern, kata Bima, sosialisasi dan edukasi menjadi kunci suksesnya kebijakan tersebut.

"Kita sosialisasikan secara gencar agar masyarakat beralih dari kantong plastik ke kantong ramah lingkungan. Kita kasih opsi-opsinya," terangnya.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Gandeng Aktivis Lingkungan

Menurutnya, pemerintah daerah sangat membutuhkan peran serta dari komunitas dan aktivis lingkungan hidup untuk turut serta melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pedagang serta pembeli sangat dibutuhkan.

"Makanya kami senang ada komunitas dan aktivis lingkungan ikut bergabung untuk melakukan riset dan sosialisasi di pasar. Mungkin mereka juga bisa ikut membantu merumuskan regulasinya seperti apa," terang Bima.

Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik Tiza Mafira mengatakan, timnya akan melakukan riset hingga sosialisasi.

"Fokus utama meyakinkan dan membuat agen maupun pedagang plastik tidak lagi menjual kresek, tetapi ke kantong ramah lingkungan atau terbuat dari anyaman," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓