Kemenag Kucurkan Dana Rp 1,17 Triliun Bantu Pembelajaran Jarak Jauh

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 23 Okt 2020, 15:35 WIB
Diperbarui 23 Okt 2020, 15:35 WIB
Suasana Penerimaan Rapot Belajar Online Saat Pandemi
Perbesar
Siswa Sekolah SD kelas 4,5 dan 6 didampingi wali murid sedang mengambil rapot secara bergilir di Sekolah Islam Raudlatul Hikmah, Parakan, Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (16/10/2020). (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) menguncurkan dana Rp 1,178 triliun untuk membantu pembelajaran jarak jauh (PJJ) pendidikan agama akibat pandemi Covid-19.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nizar menuturkan, bantuan ini diberikan untuk pendidikan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Bantuan dana ini sudah disepakati oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Usulan anggaran Kementerian Agama sudah disetujui oleh Kementerian Keuangan dengan anggaran mencapai Rp 1,178 triliun, Alhamdulillah," kata Nizar dalam siaran persnya, Jumat (23/10/2020).

Dia meyakini, kucuran dana ini dapat memudahkan akses para siswa, mahasiswa, guru, dan dosen dalam proses PJJ. Teknisnya, mereka akan menerima kuota internet gratis selama tiga bulan.

"Bantuan PJJ ini akan diberikan dalam bentuk paket data internet bagi pendidik dan peserta didik. Kemenag rencananya akan menjalin kerja sama dengan lima operator seluler di Indonesia," jelas Nizar.

 

2 dari 3 halaman

Ringankan Beban Orangtua Murid

Nizar mengamini, keterbatasan paket data selama ini menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan PJJ di masa pandemi. Dia pun berharap, dengan bantuan Kemenag, PJJ akan lebih lancar dan tidak membebani pendidik dan peserta didik.

"Semua ini bagian upaya Kementerian Agama meringankan beban ekonomi orangtua murid saat pandemi yang bersumber dari dana di luar APBN," tukasnya.

Sebagai informasi, alokasi anggaran bantuan PJJ ini adalah lanjutan dari program kerja Ditjen Pendidikan Islam yang telah bekerja sama dengan lima provider seluler di Indonesia untuk penyediaan kartu perdana gratis bagi civitas akademika madrasah.

Program ini sudah bergulir sejak September 2020 dan sudah mulai dimanfaatkan pendidik dan peserta didik madrasah.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓