3 Fakta Video Viral Polisi Menyamar Jadi Mahasiswa Saat Demo Tolak RUU Cipta Kerja

Oleh Devira Prastiwi pada 22 Okt 2020, 14:17 WIB
Diperbarui 22 Okt 2020, 14:17 WIB
Ilustrasi Oknum Polisi
Perbesar
(Ilustrasi)

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini viral video dengan narasi polisi menyamar sebagai mahasiswa dalam demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Dari rekaman video terlihat, polisi berpakaian preman tampak adu fisik dengan petugas Sabhara yang berupaya memukul mahasiswa tersebut.

Pihak Polri pun angkat bicara. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono membantah adanya petugas yang menyamar sebagai mahasiswa.

"Terkait video viral di medsos yang mengatakan bahwa PA (perwira) Brimob menyamar sebagai mahasiswa dan ditangkap oleh polisi lalu kena pukul personel Sabhara adalah tidak benar," tutur Awi saat dikonfirmasi, Rabu, 21 Oktober 2020.

Awi menyebut, kejadian tersebut hanyalah sekedar salah paham. Karena yang sebenarnya diamankan adalah mahasiswa oleh polisi berpakaian preman.

Berikut 3 fakta terkait viral video polisi menyamar sebagai mahasiswa dalam demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dihimpun Liputan6.com:

 

2 dari 5 halaman

Tidak Benar

FOTO: Penjagaan Ketat Polisi di Sekitar Gedung DPR
Perbesar
Aparat kepolisian berjaga di sekitar akses menuju Gedung DPR RI guna mengadang massa demonstrasi UU Cipta Kerja, Jakarta, Kamis (8/10/2020). Polri mengerahkan 2.500 personel BKO Brimob Nusantara untuk mengamankan unjuk rasa UU Cipta Kerja di Gedung DPR dan sekitarnya. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Beredar video viral di sosial media dengan narasi polisi menyamar sebagai mahasiswa dalam demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Dalam rekaman, polisi berpakaian preman tampak adu fisik dengan petugas Sabhara yang berupaya memukul mahasiswa tersebut.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menegaskan, informasi petugas menyamar sebagai mahasiswa dalam demonstrasi tidak benar.

"Terkait video viral di medsos yang mengatakan bahwa PA (perwira) Brimob menyamar sebagai mahasiswa dan ditangkap oleh polisi lalu kena pukul personel Sabhara adalah tidak benar," tutur Awi saat dikonfirmasi, Rabu, 21 Oktober 2020.

 

3 dari 5 halaman

Yang Diamankan Mahasiswa

Hingga Sore, Akses Menuju Istana Negara Masih Ditutup
Perbesar
Polisi foto bersama saat menjaga akses jalan menuju Istana Negara, Jakarta, Senin (14/10/2019). Hingga sore hari, polisi masih menutup jalan dikarenakan isu adanya demo mahasiswa yang akan berlangsung hari ini. (Liputan6.com/JohanTallo)

Menurut Awi, mahasiswa yang diamankan tersebut berasal dari kampus Universitas Batanghari (Unbari) di Jambi.

Dia dibawa oleh polisi berbaju preman lantaran kedapatan melakukan aksi anarkis dan melawan petugas saat unjuk rasa.

"PA (perwira) baju preman tersebut yang amankan mahasiswa menghalang-halangi anggota Sabhara yang mau memukul mahasiswa, makanya ada salah paham sedikit di lapangan, tapi sudah clear setelah tahu yang bawa mahasiswa adalah PA Intel Brimob," jelas dia.

 

4 dari 5 halaman

Salah Paham

Polisi membubarkan massa pendemo di Simpang Harmoni, Jakarta Pusat. (Liputan6.com/Radityo Priyasmoro)
Perbesar
Polisi membubarkan massa pendemo di Simpang Harmoni, Jakarta Pusat. (Liputan6.com/Radityo Priyasmoro)

Dalam video, sejumlah anggota Sabhara mendekati tiga polisi preman yang sedang membawa seorang mahasiswa.

Saat upaya pemukulan, lanjut Awi, polisi berpakaian preman disebut turut jadi sasaran sehingga melawan dan meneriakkan "Perwiraku itu".

"Iya itu makanya salah paham," Awi menandaskan.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓