Bertemu PM Suga, Jokowi Minta Jepang Beri Perhatian Izin Impor Produk Pertanian dari RI

Oleh Lizsa Egeham pada 20 Okt 2020, 21:17 WIB
Diperbarui 20 Okt 2020, 21:17 WIB
PM Suga bersama dengan Presiden Jokowi mengikuti prosesi upacara penyambutan.
Perbesar
PM Suga bersama dengan Presiden Jokowi mengikuti prosesi upacara penyambutan. (Screenshot Youtube Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga turut membahas kerja sama kedua negara di bidang ekonomi.

Jokowi meminta PM Suga memberi perhatian terhadap kendala izin impor produk pertanian hingga perikanan.

"Saya tadi juga meminta perhatian terhadap Jepang adanya kendala izin impor produk pertanian, produk kehutanan dan produk perikanan dari Indonesia," ujar Jokowi dalam pernyataan pers usai pertemuan bilateral yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (20/10/2020).

Dia juga mendorong Jepang untuk ikut berpartisipasi dalam Sovereign Wealth Fund Indonesia. Jokowi pun menyambut baik relokasi dan perluasan investasi perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia, mulai dari, Denso, Sagami, Panasonic, Mitsubishi Chemical, dan Toyota.

Pertemuan bilateral itu juga membahas upaya penguatan kerja sama multilateral. Selain itu, Jokowi menekankan pentingnya spirit kerja sama di tengah rivalitas dunia.

"Saya juga menggarisbawahi harapan agar Laut China Selatan dapat terus menjadi laut yang damai dan stabil," tutur dia.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Beri Indonesia Pinjaman Rp 6,9 Triliun

Selain menjalin kerja sama dalam hubungan bilateral, pada pertemuan itu, Jepang sepakat memberikan pinjaman sebesar 50 miliar yen atau sekitar Rp 6,95 triliun kepada Indonesia. Bantuan ini diberikan untuk mengantisipasi dampak Covid-19 di Tanah Air.

"Dengan mempertimbangkan dampak penyebaran Covid terhadap perekonomian Indonesia, Jepang telah menetapkan pemberian pinjaman sebagai bantuan fiskal sebesar 50 miliar Yen untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana Indonesia," ucap PM Suga.

Dia menyampaikan Jepang juga akan mendorong kerja sama terhadap lembaga pengkajian kesehatan Indonesia. Kerja sama ini berupa pemberian barang dan peralatan medis.

Kunjungan ini adalah bagian dari rangkaian perjalanan PM Suga ke Asia Tenggara dan lawatan luar negeri pertama sejak ia menjabat sebagai kepala pemerintahan Jepang. Sebelum bertolak ke Indonesia, Suga sempat ke Vietnam terlebih dahulu.

PM Jepang Yoshihide Suga baru menjabat pada September 2020 menggantikan Shinzo Abe yang lengser karena sakit. Masa jabatan Suga berakhir tahun depan karena hanya menyelesaikan masa jabatan Abe.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓