Pangdam Jaya, Kapolda, Kabareskrim Tinjau Demo di Patung Kuda

Oleh Ady Anugrahadi pada 20 Okt 2020, 16:13 WIB
Diperbarui 20 Okt 2020, 16:15 WIB
Pangdam Jaya, Kapolda, Kabareskrim meninjau lokasi demo di Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Perbesar
Pangdam Jaya, Kapolda, Kabareskrim meninjau lokasi demo di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020). (Liputan6.com/ Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman meninjau lokasi demo penolakan RUU Cipta Kerja . Dia berdiri di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bundaran Patung Kuda.

Massa yang tergabung dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia dan buruh menyemut di Patung Kuda Arjuna Wijaya menyampaikan orasi-orasi secara terpisah.

Mayjen TNI Dudung Abdurachman memantau dan mendengarkan orasi-orasi yang disampaikan oleh mahasiswa dan buruh dari atas jembatan penyeberangan orang (JPO). Sesekali pandangan menengok ke arah kerumunan massa demo.

Kehadirannya mendapat pengawalan ketat dari anggota TNI. Dia tampak membawa tongkat komando.

Tak lama kemudian, Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana juga tiba di lokasi demo.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih menggelar demo.

2 dari 3 halaman

Demo Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI)

Massa buruh membentangkan spanduk yang bertuliskan penolakan Omnibus Law Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020).
Perbesar
Massa buruh membentangkan spanduk yang bertuliskan penolakan Omnibus Law Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020). (Liputan6.com/ Ady Anugrahadi)

Massa dari kalangan buruh berdatangan ke Patung Kuda Arjuna Wijaya, Selasa (20/10/2020). Salah satunya dari Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI). Mereka memprotes RUU Cipta Kerja.

Massa buruh tak mencampur dengan massa BEM SI yang telah datang sedari siang tadi. Kedua massa saling bersahut-sahutan menyampaikan orasi melalui mobil komando.

Orator menyampaikan keresahan atas disahkan RUU Cipta Kerja karena dinilai tidak berpihak pada rakyat. Menurut orator, undang-undang berdampak buruk bagi masyarakat terutama kaum buruh, dan petani.

Peserta aksi pun mendengarkan orasi-orasi tersebut sambil berdiri membentangkan spanduk yang bertuliskan penolakan Omnibus Law Cipta Kerja.

Sementara itu, kepolisian berjaga-jaga di depan peserta aksi. Jarak mereka dibatasi kawat berduri dan beton-beton yang melintang di ruas Jalan Medan Merdeka Barat.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓