Reaktif Covid-19, Satu Pelajar Hendak Demo Dikirim ke RSD Wisma Atlet

Oleh Nafiysul Qodar pada 14 Okt 2020, 13:37 WIB
Diperbarui 14 Okt 2020, 13:48 WIB
FOTO: Kesibukan Tim Medis Bawa Pasien COVID-19 ke Wisma Atlet
Perbesar
Ambulans melintas meuRumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pemerintah menyiapkan 2.700 tempat tidur di RSD Wisma Atlet untuk merawat pasien COVID-19 dengan kondisi sedang dan ringan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengamankan puluhan pelajar asal Bekasi yang hendak mengikuti demo tolak RUU Cipta Kerja di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa 13 Oktober 2020. Mereka kemudian dites cepat atau rapid test Covid-19.

Hasilnya, satu pelajar dinyatakan reaktif Covid-19. Polisi kemudian membawa pelajar tersebut ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat untuk penanganan lebih lanjut.

"Satu remaja berinisial MR (17) terkonfirmasi reaktif, sudah kita bawa ke Rumah Sakit Wisma Atlet," kata Kapolsek Pulogadung Kompol Beddy Suwendy di Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Dari hasil pendataan petugas, MR tercatat sebagai warga Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Saat itu dia bergabung dengan 28 pelajar SMP, SMA/SMK asal Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi untuk demo tolak RUU Cipta Kerja di Jakarta.

Pelajar yang terjaring umumnya berasal dari Kecamatan Rawalumbu, Kecamatan Bantargebang, Kecamatan Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya, dan Kecamatan Babelan.

"Mereka janjian di sekitar Simpang Tugas, Jalan Bekasi Timur Raya, Jatinegara, Pulogadung untuk sama-sama demo ke Jakarta Pusat," katanya dikutip dari Antara.

Beddy mengatakan, pada Selasa sekitar pukul 14.00 WIB, rombongan pelajar tersebut berhasil diadang aparat kepolisian di posko penyekatan perbatasan.

Kemudian pelajar tersebut diangkut menuju Mapolsek Pulogadung menggunakan angkot yang disewa polisi.

"Kita langsung tes cepat. Hasilnya satu remaja reaktif kita kirim ke Wisma Atlet, sedangkan yang negatif kita panggil orangtuanya jemput di sini (Mapolsek)," katanya.

 

Dipicu Ajakan di Medsos

Bentrok Pengunjuk rasa Pecah
Perbesar
Pengunjuk rasa tolak UU Cipta Kerja bentrok dengan polisi di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020). Gas air mata ditembakkan ke arah pendemo yang melakukan perlawanan dengan melempar batu dan pecahan kaca. (merdeka.com/Imam Buhori)

Selain 28 remaja tersebut, Polsek Pulogadung juga menjaring 13 remaja lainnya yang berstatus pelajar pada Selasa malam.

"Kalau yang gelombang kedua ini semuanya asal Kabupaten Bekasi, dari Suka Sukun, Sukatani, Karang Bahagia dan Suka Rukun," katanya.

Namun Beddy belum memperoleh laporan hasil tes cepat dari belasan remaja tersebut. "Baru pagi ini kita ajukan tes cepatnya," katanya.

Keterlibatan pelajar dalam aksi penolakan Undang-Undang Omnibus Law di kawasan Monas, Jakarta Pusat dipicu oleh ajakan melalui media sosial.

"Tulisannya 'Jakarta Memanggil', 'STM Bergerak'. Pokoknya ada banyak di Facebook saya. Enggak ada yang bayar saya," kata salah satu pelajar asal Cikarang berinisial AJ.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓