BMKG Sebut Fenomena La Nina Bisa Timbulkan Multibencana

Oleh Lizsa Egeham pada 13 Okt 2020, 13:56 WIB
Diperbarui 13 Okt 2020, 13:56 WIB
Kondisi Terkini Banjir dan Longsor di Ciganjur
Perbesar
Suasana longsor di Jalan Damai, Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2020). Hujan yang deras sejak Sabtu (10/10/2020) sore mengakibatkan kawasan tersebut mengalami banjir sekaligus longsor serta mengakibatkan dua orang luka-luka dan satu orang meninggal dunia. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan fenomena La Nina dapat berpotensi menimbulkan berbagai bencana alam seperti, banjir, gempa bumi, hingga tsunami.

Hal itu disampaikan Luhut berdasarkan temuan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Tadi Bu Korita (Dwikorita, Ketua BMKG) mengingatkan bisa saja dan nanti multi-bencana misalnya La Nina ini tadi hujan deras ini atau gempa atau tsunami. Nah itu perlu diantisipasi," jelas Luhut saat konferensi pers usai rapat bersama Presiden Jokowi secara virtual, Selasa (13/10/2020).

Luhut menyebut, peningkatan curah hujan akibat fenomena La Nina ini diprediksi terjadi pada Oktober 2020. Dia pun meminta masyarakat mematuhi setiap peringatan bencana dari BMKG untuk menghindari korban jiwa.

"Kita juga minta baik supaya kita masyarakat juga ikut membantu jangan sampai apa namanya tidak menuruti warning yang sudah begitu disebarluaskan oleh BMKG," katanya.

Menurut dia, Presiden Jokowi juga telah mengingatkan jajaran menteri untuk bekerja berdasarkan laporan BMKG. Dengan begitu, para menteri dapat segera menangani apabila terjadi bencana alam.

"Dengan itu nanti kita akan bisa mengurangi kemungkinan-kemungkinan apa keterlambatan kita dalam menangani kalau terjadi peristiwa semacam itu," ujar Luhut.

 

2 dari 3 halaman

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

20160907-Curah-Hujan-Jakarta-JT
Perbesar
Sejumlah gedung di Jakarta tertutup awan gelap sebelum turunya hujan, Rabu (7/9). BMKG memprediksi fenomena La Nina yang mengakibatkan curah hujan tinggi akan berlangsung hingga bulan September 2016. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Jokowi menerima laporan bahwa curah hujan diprediksi akan mengalami peningkatan hingga 40 persen akibat fenomena La Nina.

Dia pun meminta jajarannya untuk mengantisipasi terjadinya potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.

"Saya ingin agar kita semuanya menyiapkan diri mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas, Selasa pagi.

Selain itu, Jokowi juga meminta agar para menteri mewaspadai dampak fenomena La Nina terhadap sektor pertanian, perhubungan, dan perikanan. Pasalnya, kenaikanan curah hujan kali ini cukup tinggi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by