Viral TKI Protes Gagal Berangkat karena Test PCR, Ini Penjelasan Kemenhub

Oleh Liputan6.com pada 03 Okt 2020, 06:04 WIB
Diperbarui 03 Okt 2020, 06:12 WIB
Februari 2020, 735 Pesawat Batal Terbang dari Bandara Soetta
Perbesar
Aktivitas keberangkatan di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (11/3/2020). Dirut PT Angkasa Pura II M Awaluddin mengatakan, penyebaran virus corona (COVID-19) pada Februari 2020 mengakibatkan 735 penerbangan tujuan internasional dibatalkan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Viral sebuah video yang merekam kejadian seorang perempuan yang ngamuk protes, lantaran gagal berangkat akibat ketidaksesuaian jadwal hasil swab test sebagai syarat untuk ke luar negeri.

Video yang diupload akun @jusdalle dengan durasi 2.20 detik merekam aksi protes si perempuan yang diketahui dalam video tersebut merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI). Bahkan ia sempat menantang Presiden Jokowi agar melihat kondisi masyarakat yanh susah akibat Covis-19.

"Apa kalian penjabat pada ngerti semua, selama tujuh bulan saya diam dirumah tidak pernah kemana-mana kita harus makan. Anak-anak harus makan kita tulang punggung keluarga selama tujuh bulan diam di rumah tidak pernah kemana-mana. Ayo lawan saya, sekarang suruh kesini presiden Jokowi kalau emang mau membantu rakyat," kata perempuan dalam video yang dilihat Merdeka.com, Jumat (2/10/2020).

Dalam video tersebut, ia merasa keberatan apabila tidak bisa berangkat ke tempat majikanya.

"Saya tahu, saya sudah sabar sekarang harus balik lagi ke Tasik, balik kampung berapa, ongkos mobilnya berapa. Sekarang tiket sudah mepet jam 11.00 majikan sudah nunggu di sana. Jokowi mana sini, sok turun ke sini lawan saya," kata si perempuan.

"Saya sudah sabar tujuh bulan makanan tidak ada yang ngasih. Ayo lawan TKW, TKW itu yang ngasih dana, kalian itu dibayar sama siapa, sama TKW. Saya yang susah, masih saja dipersulit," tambahnya.

 

2 dari 3 halaman

Kata Kemenhub

Merespons kejadian ini, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto membenarkan bila kejadian tersebut terjadi di terminal tiga Bandara Soekarno Hatta.

"Terminal tiga, Soeta. Kejadiannya 30 September, untuk penerbangan Saudi Airlines. Flight number SV817 ini, karena perbedaan aturan," kata Novie saat dikonfirmasi, Jumat (2/10).

Novie menjelaskan alasan perempuan tersebut tidak bisa berangkat ke tujuannya Arab Saudi. Akibat masa berlaku swab test PCR antara Indonesia dan Arab Saudi berbeda masa berlakunya.

"Di Saudi PCR maksimal 2 hari masa berlakunya. Kalau di Indonesia 14 hari masa berlakunya. Jadi Ibu ini sudah expired kalau mau melakukan penerbangan ke Saudi," jelasnya.

Reporter: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓