Okupansi Ruang Isolasi dan ICU Covid-19 di 4 Provinsi Ini Telah Lewati Standar WHO

Oleh Lizsa Egeham pada 28 Sep 2020, 14:44 WIB
Diperbarui 28 Sep 2020, 14:44 WIB
Pembentukan Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan
Perbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar jumpa pers usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/7/2020). Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) tentang pembentukan Tim Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mengatakan okupansi atau tingkat ketersediaan tempat tidur ICU dan isolasi di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 atau bed occupancy rate (BOR) di empat provinsi sudah melewati standar aman Badan Kesehatan Dunia (WHO). Keempat provinsi itu yakni, Riau, Bali, Banten, dan DKI Jakarta.

Hal tersebut berdasarkan data yang dipaparkan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Senin (28/9/2020).

Data itu menyatakan bahwa okupasi Rumah Sakit Covid-19 di Riau mencapai 73 persen per 25 September 2020.

Angka ini lebih tinggi dari batas yang ditentukan WHO yaitu, 60 persen. Hal yang sama juga terjadi di Banten dengan tingkat okupansi di angka 68 persen dan okupansi di Bali 62 persen. Sementara, okupansi di DKI Jakarta mencapai 61 persen.

Kendati begitu, Airlangga mengatakan bahwa secara nasional keterisian tempat tidur di RS Covid-19 adalah 46,29 persen. Artinya, masih lebih rendah dari batas aman WHO.

"Secara nasional 46.705 (tempat tidur), dipakai 21.619. Tentunya memberikan secara nasional di bawah standar WHO 60 persen," kata Airlangga melalui tayangan Youtube Sekretariat Presiden.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kurangi Angka Kematian Pasien

Ruang Isolasi Di Rsud Cut Meutia
Perbesar
Petugas medis menyiapkan ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Aceh Utara, Aceh, Selasa (3/3/2020). RSUD Cut Mutia di Aceh Utara RSU Dr Zainoel Abidin di Banda Aceh merupakan rumah sakit rujukan bagi perawatan pasien terinfeksi virus Corona (Covid 19). (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Menurut Airlangga, pemerintah telah menyiapkan strategi meningkatkan kapasitas tempat tidur di Rumah Sakit Rujukan Covid-19. Selain itu, menambah fasilitas isolasi mandiri di Wisma Atlet dan hotel untuk pasien Covid-19 tanpa gejala, hingga pemisahan perlindungan terhadap kelompok rentan dan komorbid

"Pemerintah mendorong agar ada strategi pengurangan angka kematian," ucap Airlangga.

Sebagai informasi, pemerintah melaporkan 3.874 kasus baru virus corona (Covid-19) di Indonesia, Minggu (27/9/2020). Dengan adanya penambahan kasus tersebut, total kasus virus corona di tanah air mencapai 275.213.

Adapun jumlah pasien sembuh bertambah 3.611 menjadi 203.014 orang. Sedangkan, pasien yang meninggal akibat Covid-19 bertambah 78 orang menjadi 10.386 orang.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya