Pemkab Banyuwangi Intensifkan Vaksinasi ke Pelaku Usaha Ultra Mikro

Oleh Liputan6.com pada 24 Jul 2021, 20:00 WIB
Diperbarui 27 Jul 2021, 02:07 WIB
Pemkab Banyuwangi Intensifkan Vaksinasi ke Pelaku Usaha Ultra Mikro
Perbesar
Vaksinasi pedagang di Banyuwangi. (Foto:Dok.Pemkab Banyuwangi)

Liputan6.com, Jakarta Pemkab Banyuwangi mengintensifkan vaksinasi Covid-19 kepada para pelaku usaha ultra mikro, termasuk PKL, pedagang keliling, dan warung-warung kecil. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau vaksinasi bagi pelaku usaha ultra mikro tersebut di Kecamatan Genteng, Sabtu (24/7).

Ipuk mengatakan, vaksinasi kepada PKL, warung kecil, dan pedagang keliling adalah ikhtiar melindungi para pelaku ekonomi tersebut.

"Nanti Insya Allah bila PPKM kita turun level, sehingga ada beberapa pelonggaran pembatasan, beliau-beliau sudah mendapat vaksinasi, Insya Allah lebih terlindungi. Badan sehat, ekonomi pulih. Itu tekad kita bersama," ujar Ipuk.

"Protokol kesehatannya harus tetap diperhatikan. Insya Allah cari rezeki tenang, berkah, badan juga sehat," imbuh Ipuk.

Ipuk mengatakan, PKL hingga warung-warung kecil memiliki tingkat interaksi sosial yang sangat tinggi dalam pekerjaannya. Mereka bertemu dengan banyak orang setiap hari. Vaksinasi ini adalah bentuk komitmen perlindungan ekonomi arus bawah di Banyuwangi.

Secara bertahap, sambung Ipuk, Puskesmas akan mengoordinasikan pelaksanaan vaksinasi untuk PKL, warung kecil, dan pedagang keliling.

"Vaksinasi untuk para pelaku ekonomi sebenarnya juga telah kita lakukan sejak awal. Sekarang kita akan intensifkan terus sembari pararel juga menjalankan vaksinasi untuk anak dan warga lain secara umum," papar bupati perempuan tersebut.

Vaksinasi ini pun medapat respons positif dari para PKL. Salah satunya Idris Afandi, PKL angkringan di Jl. Hasanudin. Idris mengaku sudah lama ingin divaksin covid-19.

"Tak disangka tadi ada program vaksin ke PKL dan saya terdaftar. Terima kasih sudah diberi kesempatan, bikin saya lebih percaya diri berjualan," kata Idris.

Hal yang sama juga diungkapkan Muhamad Nur Roim, penjual sayuran. Kepada Ipuk, dia mengungkapkan kegembiraannya bisa divaksin covid 19.

"Terima kasih bu. Sebenarnya tiga minggu lalu saya sudah daftar, tapi karena waktu itu saya ada urusan keluarga yang tidak bisa ditinggal, akhirnya kelewatan. Saya pasrah saja nungu giliran entah apa kapan, ternyata kesempatan itu datang saat ini," ucap Nur Roim.

Saat ini, Pemkab Banyuwangi juga memiliki program pemberian bantuan Rp300.000 per PKL dan warung-warung kecil. Sasarannya mencapai lebih dari 3.000 orang.

"Ini bertahap terus kita salurkan. Kemarin sudah jalan hampir setengahnya, terus kita salurkan sampai pekan depan," ujarnya.

Ipuk sekali lagi tetap mengingatkan semuanya untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Maskernya harus selalu dipakai. Mungkin kurang nyaman, mboten nopo-nopo nggeh (tidak apa-apa ya)? Ini demi kesehatan Bapak/Ibu sendiri," kata Ipuk kepada para PKL, warung kecil, dan pedagang keliling.

Sementara itu, per 23 Juli, sebanyak 422.110 warga Banyuwangi telah divaksin dosis pertama, dan terus berlanjut termasuk untuk dosis kedua. Angka itu setara 31,5 persen dari sasaran atau fokus awal 1,34 juta warga. 

 

(*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya