Wamenag: Penceramah Harus Siap dengan Perubahan Zaman

Oleh Yopi Makdori pada 18 Sep 2020, 15:45 WIB
Diperbarui 18 Sep 2020, 15:46 WIB
Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi.
Perbesar
Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi, di Jakarta, Jumat (18/9/2020). (foto: dokumentasi Kemenag)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, para penceramah mesti siap untuk menghadapi perubahan zaman.

"Para penceramah harus siap dengan berbagai kemungkinan perubahan dunia yang kadang datang tanpa diprediksi. Kita harus responsif terhadap apa yang terjadi di dunia agar bangsa ini dapat merumuskan respons terbaik agar menjadi harmoni dalam keberagaman," kata Zainut pada pembukaan Bimbingan Teknis Penceramah Bersertifikat, Jumat (18/9/2020).

Zainut juga meminta agar para penceramah dapat berpikir global namun tetap bertindak secara lokal. Artinya kebermanfaatan mereka bisa dirasakan dalam lingkungan sekitar.

"Lima tahun ke depan dan mungkin seterusnya kita akan dihadapkan perubahan global yang semakin rumit dan cepat," ujar Zainut.

Dia mencontohkan perubahan itu misalnya, munculnya pandemi Covid-19 yang tidak diduga.

"Adanya pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia. Ada banyak sekali perubahan yang mengubah tatanan kehidupan di semua bangsa. Ada banyak kegiatan keagamaan yang harus tertunda dan harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan," kata dia.

Di saat yang sama, dampak Covid-19 juga menurut Zainut begitu berdampak kepada umat. Baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

"Apa yang kita hadapi hari ini adalah realitas yang tak bisa kita pisahkan dari kegiatan keberagamaan kita. Kita sadari bahwa kondisi cukup berat namun semua harus berada pada suatu barisan yang kokoh," ujar Zainut.

2 dari 3 halaman

Buka Penceramah Bersertifikat

Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi, di Jakarta, Jumat (18/9/2020).
Perbesar
Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi, di Jakarta, Jumat (18/9/2020). (foto: dokumentasi Kemenag)

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi sebelumnya membuka acara Bimbingan Teknis Penceramah Bersertifikat, Jumat (18/9/2020).

"Atas nama Kementerian Agama secara resmi saya me-launching ceramah agama bersertifikat atau program penguatan ceramah agama dengan membaca basmilah. Bismillahirrahmanirrahim semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa membimbing dan mengarahkan kita semuanya," kata Zainut Tauhid melalui daring, Jumat (18/9/2020).

Dia menyebut bahwa program ini demi tujuan kebaikan, yakni mengembangkan kompetensi para penceramah agama.

"Penceramah agama bersertifikat kegiatan ini bertujuan mengembangkan kompetensi para penceramah agama sehingga dapat memenuhi tuntutan zaman dan sekaligus meneguhkan perannya di tengah-tengah modernitas," ujar dia.

Menurut Zainut, di era modernitas, agama dituntut untuk menjawab perkembangan itu dengan pemahaman moderat.

Dari kegiatan tersebut, ia berharap agar para penceramah bisa bertambah wawasan serta kompetensi ilmunya. Di samping juga memiliki integritas kebangsaan yang tinggi guna mendengungkan beragama yang moderat di Tanah Air.

"Kita berharap langkah pembinaan semakin menjawab apa yang dibutuhkan umat, bangsa dan negara," kata Zainut.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓