Sekda DKI Saefullah Meninggal, Ma'ruf: Jakarta Kehilangan Putra Terbaik

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 16 Sep 2020, 20:53 WIB
Diperbarui 16 Sep 2020, 20:53 WIB
Wapres Ma'ruf Amin
Perbesar
Wapres Ma'ruf Amin (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin berduka cita atas wafatnya Sekretaris Daerah Jakarta Saefullah. Menurut dia, Jakarta telah kehilangan salah satu putra terbaiknya.

"Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Jakarta telah kehilangan satu putra terbaiknya," kata Ma'ruf dalam siaran persnya, Rabu (16/9/2020).

Ma'ruf mengingat, semangat kerja keras Almarhum Saefullah dalam membangun Jakarta, sangat patut dilanjutkan. Terlebih saat masa pandemi, dia yakin almarhum ikut dalam perang melawan pandemi di ibu kota.

"Khususnya dalam pandemi Covid-19 ini, semangat beliau dalam mengawal DKI Jakarta untuk memutus rantai penyebaran virus dan penanganan dampak pandeminya, harus kita lanjutkan," tutur dia.

Ma'ruf memandang, almarhum Saefullah adalah sosok pekerja keras dan pribadi yang shaleh, panutan untuk semua orang yang mengenalnya.

Ma'ruf mengajak seluruh warga DKI Jakarta untuk mengiringi kepergian Saefullah dengan doa yang tulus.

"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," tandas Ma'ruf.

2 dari 3 halaman

Sekda DKI Saefullah Meninggal karena Kerusakan Jaringan Paru Akibat Covid-19

Sekda DKI Saefullah
Perbesar
Sekda DKI Jakarta Saefullah (Delvira Chaerani)

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Saefullah, tutup usia. Dia meninggal pada Rabu (16/9/2020) pukul 12.55 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti menyatakan, Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible dengan ARDS bagi pasien terkonfirmasi Covid-19.

"Siang ini, Bapak Sekda kita, Bapak Saefullah, telah berpulang. Bapak Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible dengan ARDS, yaitu kerusakan pada jaringan paru akibat infeksi Covid-19, sehingga menyebabkan gagal napas yang tidak dapat diperbaiki. Hal ini karena tidak bisa terjadi pertukaran oksigen yang memadai," terang Widyastuti.

"Mari kita semua doakan agar Bapak Saefullah dilapangkan di sisi-Nya," imbuh Widyastuti.

Sekda DKI Saefullah menjalani perawatan di Rumah Sakit MMC, Jakarta Selatan, sejak 8 September 2020 hingga akhirnya dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto pada Minggu 13 September 2020 dini hari.

"Rencananya jenazah Saefullah akan dimakamkan dengan protokol Covid-19 di tanah pemakaman keluarga di Rorotan, Jakarta Utara," ujar dia.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓