PAN Tak Masalah Jika Nama Partai Baru Amien Rais Mirip

Oleh Delvira Hutabarat pada 11 Sep 2020, 13:00 WIB
Diperbarui 11 Sep 2020, 13:09 WIB
Sambangi KPK, Amien Rais Temui Agus Rahardjo
Perbesar
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mendatangi Gedung KPK, Jakarta, Senin (29/10). Amien akan menemui Pimpinan KPK Agus Rahardjo. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

Liputan6.com, Jakarta Mantan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais sudah mengumumkan membuat partai baru melalui siaran Youtube, Kamis 10 September 2020. Hal ini dinilai tak masalah oleh PAN sendiri.

"Jika Pak Amien Rais akan mendirikan partai politik baru itu benar, maka itu adalah hak politik Pak Amien yang dijamin konstitusi," kata Wakil Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi, Jumat (11/9/2020).

"Bahwa setiap warga negara bebas merdeka untuk berserikat, berkumpul, mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan, sebagaimana termaktub di pasal 28 UUD 1945," lanjut dia.

Viva pun tak akan mempermasalahkan Amien Rais jika membuat nama partai serupa dengan PAN.

"Nama PAN di partai baru tersebut adalah sesuatu yang wajar karena tentu masih berharap akan mendapatkan efek elektoral dari PAN yang sejak pemilu 1999 sampai 2019 lolos di DPR RI," jelas Viva.

Namun, menurut dia, hal ini tak akan berarti apa-apa bagi Amien Rais di partai barunya. "Menurut saya, kalaupun ada efek elektoral, getarannya sangat kecil alias nonsignifikan,"ungkap Viva.

 

2 dari 4 halaman

Tak Lagi Identik

Dia juga menuturkan, PAN tidak lagi identik dengan Amien Rais. "Maka Masyarakat akan menilai PAN tidak akan identik lagi dengan Pak Amien Rais. Publik akan menilai Pak Amien Rais telah meninggalkan dan keluar dari PAN," jelas Viva.

Meski tak ada masalah, dia menyindir Amien Rais dan para pendukungnya, jika tetap menggunakan nama partai baru dikaitkan dengan PAN. Pasalnya, terkesan tidak percaya diri.

"Mungkin berbeda dengan kasus berdirinya Partai Gerindra, Partai Nasdem, dan Partai Hanura. Meski para tokoh pimpinan partai politik baru itu adalah mantan kader Golkar, tetapi mereka tidak ingin atau tidak berharap akan mengeruk efek elektoral dari Golkar. Mereka percaya diri atas partai politik baru yang didirikan itu," kata Viva.

Viva Yoga memberi catatan bahwa sebuah partai politik baru di tengah politik kontemporer mesti berjuang untuk membangun infrastruktur partai, menyiapkan pengurus dan kader militan, harus lolos sebagai peserta pemilu, serta harus lolos parliamentary threshold yang setiap pemilu angkanya semakin naik sesuai ketentuan Undang-undang pemilu.

"Karena pengurus dan kader PAN itu rasional dan berakal sehat, tentu akan mempertimbangkan hal tersebut dan tidak akan ikut dengan partai baru. Jika ada yang bergabung kemungkinan hanya kecil saja. Tidak signifikan," kata Viva.

"Sampai detik ini tidak ada satu pun yang menyatakan akan keluar dari PAN," tutup dia.

 

3 dari 4 halaman

Partai Baru

Mantan politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengakui akan membuat partai baru, sebagaimana dikemukakan oleh para simpatisannya selama ini.

Hal tersebut, disampaikan Amien Rais melalui tayangan video yang diunggah di Youtube, Kamis (10/9/2020).

Meski mengakui membuat partai baru, Amien Rais enggan membeberkan nama, serta susunan pengurus dan Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai barunya tersebut. Menurut dia, semuanya masih dimusyawarahkan.

"Tentang nama, logo, AD/ART dan lain-lain belum dapat diungkapkan sekarang. Mohon bersabar, tunggu tanggal, hari, serta bulan, yang kami sendiri sedang bermusyawarah," kata Amien Rais.

Walaupun belum ada nama, mantan Ketua MPR RI ini menuturkan memiliki asas untuk partainya yakni, Islam Rahmatan Lil’alamin.

"Sementara semboyan kami adalah lawan kezaliman dan tegakkan keadilan," tukas Amien Rais.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓