Dewas Hadirkan 4 Saksi dalam Sidang Etik Ketua KPK Firli Bahuri

Oleh Fachrur Rozie pada 04 Sep 2020, 09:03 WIB
Diperbarui 04 Sep 2020, 13:30 WIB
Firli Bahuri
Perbesar
Ketua KPK Firli Bahuri memberikan keterangan terkait ulang tahun KPK yang ke-16 di Gedung KPK, Jakarta, Senin (30/12/2019). Firli Bahuri mengatakan selama belasan tahun ini capaian KPK banyak dan ke depannya harus lebih baik dari tahun sebelumnya. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) akan kembali menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik dengan terperiksa Ketua KPK Komjen Firli Bahuri, Jumat (4/9/2020).

"Benar, hari ini Jumat sekitar jam 09.00 WIB dijadwalkan sidang etik dengan terperiksa pak FB," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi.

Ali mengatakan, Dewas KPK masih membutuhkan keterangan dari beberapa saksi yang relevan. Rencananya, Dewas KPK akan menghadirkan 4 orang saksi.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, saksi-saksi yang dipanggil majelis sidang etik diagendakan ada 4 orang saksi yang berasal dari internal maupun eksternal KPK," kata Ali.

Sementara itu, anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris mengatakan, 4 saksi yang akan dihadirkan dalam sidang etik Firli, 3 di antaranya merupakan pihak eksternal lembaga antirasuah.

"Saksi satu orang dari KPK dan tiga orang dari luar KPK," kata Haris.

Diketahui, sidang dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri sedianya digelar pada Senin, 31 Agustus 2020. Namun lantaran KPK memutuskan menutup gedung dan memberlakukan bekerja dari rumah alias work from home (WFH) pada 31 Agustus 2020 hingga 2 September 2020, sidang ditunda hingga hari ini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

KPK Tutup

Saat itu, KPK memutuskan menutup seluruh gedung lantaran 23 pegawai dan satu tahanan KPK terkonfirmasi positif Covid-19.

Sidang dugaan pelanggaran etik terhadap Firli digelar Dewas KPK atas aduan dari Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI).

MAKI melaporkan Firli lantaran dalam peraturan yang dikeluarkan Dewas KPK, tetulis insan KPK dilarang bergaya hidup mewah. MAKI menduga Firli melanggar peraturan tersebut karena menumpangi helikopter bertuliskan PK-JTO saat perjalanan dari Baturaja menuju Palembang, Sumatera Utara.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓