Bima Arya Sebut Kasus Covid-19 di Kota Bogor Naik 215 Persen

Oleh Nafiysul Qodar pada 01 Sep 2020, 23:32 WIB
Diperbarui 01 Sep 2020, 23:32 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya sedang sidak Pasar Anyar. (dok Humas Pemkot Bogor)
Perbesar
Wali Kota Bogor Bima Arya sedang sidak Pasar Anyar. (dok Humas Pemkot Bogor)

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut, penularan virus corona Covid-19 di Kota Bogor pada Agustus 2020 meningkat tajam mencapai 215 persen. Menurut dia, penularan yang paling banyak berasal dari klaster rumah tangga.

Hal itu disampaikan Bima Arya melalui video berdurasi 3:42 menit yang diunggah di akun instagram bimaaryasugiarto, Selasa (9/1/2020) malam.

Pada video tersebut, Bima Arya mengatakan, kasus positif Covid-19 di Kota Bogor sejak Maret hingga 30 Agustus 2020 berjumlah 597. Dari jumlah tersebut, 341 di antaranya dinyatakan sembuh, 30 orang meninggal dunia, dan 226 kasus masih aktif.

Dari segi umur, menurut Bima Arya, 60 persen kasus positif terjadi pada usia produktif yakni 20 hingga 60 tahun. "Mereka terpapar, karena memiliki banyak aktivitas di luar rumah," katanya.

Sementara pasien berusia lanjut yang terpapar Covid-19, 80 persen di antaranya juga memiliki riwayat aktivitas di luar rumah.

"Demikian juga anak-anak yang terpapar Covid-19, 15 persen di antaranya memiliki riwayat aktivitas di luar rumah," katanya seperti dikutip dari Antara.

Karena itu, Bima Arya mengingatkan seluruh warga Kota Bogor untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. "Terapkan protokol kesehatan. Setelah sampai di rumah langsung membersihkan diri," katanya.

Jika mencermati tren kenaikan kasus positif Covid-19 di Kota Bogor berdasarkan waktu, pada Maret hingga April 2020, terjadi kenaikan sebesar 107 persen.

"Saat itu, adalah periode awal adanya penyebaran Covid-19 di Kota Bogor," kata Bima Arya.

 

Kasus Sempat Turun Akibat PSBB

Wali Kota Bogor Bima Arya memantau aktivitas di Stasiun Bogor Senin (8/6/2020). (Liputan6.com/Achmad Sudarno)
Perbesar
Wali Kota Bogor Bima Arya memantau aktivitas di Stasiun Bogor Senin (8/6/2020). (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Setelah Pemerintah Kota Bogor memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai April, kata dia, tren penularan Covid-19 periode April hingga Mei 2020 turun 50 persen.

Namun, setelah Pemerintah Kota Bogor memberikan relaksasi kepada sejumlah sektor dengan menerapkan PSBB Pra-AKB pada awal Juni, terjadi peningkatan penularan Covid-19 sampai 154 persen, pada Juni dan Juli 2020.

"Kemudian, pada Agustus 2020 naik sangat tajam sampai 215 persen," katanya.

Menurut Bima Arya, hal ini terjadi, di satu sisi karena kesadaran masyarakat mulai menurun, tapi di sisi lain karena Dinas Kesehatan melaukan tes swab secara masif.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓