Survei SMRC: Mayoritas Warga Keluhkan Biaya Sekolah

Oleh Yopi Makdori pada 18 Agu 2020, 18:23 WIB
Diperbarui 18 Agu 2020, 18:23 WIB
Warung Kopi Ini Sediakan Wifi Gratis untuk Anak Sekolah Agar Bisa Belajar Online
Perbesar
Seorang siswa sekolah dasar belajar dengan menggunakan wifi gratis yang disediakan oleh warkop Rizki, di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (29/7/2020). Warung kopi tersebut menyediakan wifi gratis dan peminjaman laptop serta handphone. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) kembali merilis hasil survei. Temuan SMRC menyebut bahwa 59 persen warga mengaku merasa kesulitan atau cukup kesulitan dalam membayar sekolah atau kuliah.

"Dari 70 persen warga yang memiliki anggota keluarga masih sekolah atau kuliah, sekitar 59 persen merasa banyak atau cukup banyak kesulitan membayar biaya sekolah," kata Manajer Kebijakan Publik SMRC Tati D. Wardi saat pemaparan survei, Selasa (18/8/2020).

SMRC juga menemukan, banyak populasi yang disurvei mengaku kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran daring. Sebanyak 92 persen mereka mengaku kesulitan melakukan pembelajaran daring.

"Dari belajar atau yang kuliah online hampir semua 92 persen merasa sangat banyak atau cukup banyak yang mengganggu dalam kuliah online," ujarnya.

Tati menerangkan, survei SMRC tersebut dilakukan pada 5-8 Agustus 2020 dengan memilih sampel secara random dari populasi pemilih yaitu warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Seluruh responden dalam survei tersebut diwawancarai dengan tatap muka.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Dipilih Random

"Untuk mengetahui perkembangan isu-isu mutakhir, maka dilakukan survei telepon terhadap responden survei tersebut. Sampel survei dengan telepon ini hanya untuk responden yang memiliki telepon/cellphone, sebesar 71 persen dari populasi nasional," beber dia.

Menurut Tati, sampel sebanyak 2201 responden dipilih secara acak dengan jumlah proporsional menurut provinsi. Margin kesalahan survei dikalkulasikan sekitar 2,1 persen.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya