BERANI BERUBAH: Derap Langkah Para Pengibar Sang Saka di Tengah Keterbatasan

Oleh Ratu Annisaa Suryasumirat pada 17 Agu 2020, 06:00 WIB
Diperbarui 17 Agu 2020, 06:20 WIB
Presiden Jokowi Kukuhkan Anggota Paskibraka 2020
Perbesar
Presiden Joko Widodo mengukuhkan para pelajar SMA yang menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2020. Pengukuhan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 13 Agustus 2020. (Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta Pada 17 Agustus 2020, Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-75. Hari Kemerdekaan, jadi momen bersejarah yang tak boleh dilupakan para generasi di Bumi Pertiwi. 

Bila biasanya disambut gegap gempita masyarakat, euforia perayaan kemerdekaan tahun ini tak akan seramai dulu. Kekhidmatan pengibaran bendera di berbagai lokasi, hingga digelarnya berbagai kegiatan lomba kini terbatasi. 

Demikian pula pada pelaksanaan Detik-detik peringatan Hari Kemerdekaan di Istana Merdeka. Gedung bersejarah saksi dari perjalanan pelaksanaan Detik-detik Peringatan Kemerdekaan Indonesia setiap tahunnya. Di mana, pengibaran Sang Saka Merah Putih menjadi agenda wajib didalamnya.

Perubahan terjadi pada para pengibar bendera pusaka atau lebih dikenal Paskibraka yang bertugas di Istana Merdeka  pada Senin, 17 Agustus 2020.

Bila sebelumnya anggota Paskibraka mencapai 68 orang— yakni dengan 2 perwakilan dari setiap provinsi– maka sekarang hanya terdiri dari 8 orang saja. Pembatasan perlu dilakukan demi mencegah penyebaran Covid-19 yang kini melanda Indonesia dan negara lain di dunia.

Tentunya banyak siswa dari seluruh penjuru Indonesia yang kecewa, sebab menjadi anggota Paskibraka Nasional adalah kesempatan sekali seumur hidup. Khusus tahun ini, proses perekrutan sangat berbeda sekali.

Namun langkah drastis harus diambil, impian harus dipupuskan demi keselamatan bersama. Paskibraka harus berani berubah, baik secara jumlah, protokol kesehatan, maupun aturan formasi.

“Tantangan saya sebenarnya itu dibatasi jarak. Tapi sebenarnya tantangan untuk Covid kita tidak terlalu takut, karena sebelum masuk sini kita sudah diswab dulu, cek kesehatan, positif ataupun negatif,” tutur Koordinator Pelatih Paskibraka, Mayor Inf Suswan kepada Tim Berani Berubah.

Minimalis, begitu Suswan menyebut upacara pengibaran tahun ini. Semuanya harus memperhitungkan pembatasan jarak sekitar kurang lebih 2 meter, meminimalisir kontak antar anggota, serta memakai masker.

“Posisi pengibar bendera hanya tiga orang saja. Putra-putri-putra, putranya dua, putrinya satu yang pemegang bendera,” lanjut dia.

Tak hanya berkurangnya jumlah anggota, protokol kesehatan juga harus diindahkan. Paskibraka Wakil Aceh Indrian Puspita Rahmadhani menceritakan, tantangan berlatih di bawah terik matahari sambil bermasker.

“Pastinya gak terbiasa ya, langkah tegap maju mungkin pakai masker. Jalan biasa aja udah ngos-ngosan, apalagi harus langkah tegap maju kan. Cuma ya disesuaikan saja karena keadaannya sedang begini,” tutur dia.

Meski tak seramai tahun lalu, Indrian berharap pelaksanaan Paskibraka Nasional Tahun 2020 bisa tetap berjalan lancar. Jangan sampai ada yang jatuh sakit, apalagi di tengah situasi pandemi saat ini.

“Pastinya cuci tangan selalu, jaga jarak 1 meter, nggak boleh salam-salaman sama siapapun, harus selalu pakai hand sanitizer. Kalau bisa sarung tangannya dipakai,” jelas Indrian.

 

2 dari 3 halaman

Kebanggaan Tak Ternilai

Paskibraka
Perbesar
Paskibraka pengibar bendera pusaka. Liputan6.com

Perubahan ini juga sangat dirasakan dampaknya oleh Muhammad Arief Wijaya, Paskibraka Wakil Sulawesi Tenggara. Apalagi, Arief sudah pernah bertugas tahun lalu, sehingga suasana sepi tahun ini begitu terasa.

“Di tahun 2020 ini rasanya sepi banget, cuma 8 orang. Lima putra, tiga putri, pastinya berbedalah dengan tahun lalu. (Tapi) pastinya tetap semangat (menjalankan) tugas yang mulia ini,” ungkap Arief.

Namun, untuk bisa dipilih bertugas yang kedua kalinya adalah suatu kebanggaan yang tak ternilai. Arief pun tetap bersyukur. Dia tahu betapa sulitnya untuk mengemban kepercayaan ini. Kondisi pandemi bukan berarti dia bisa bersantai dan tak serius menjalani latihan.

“Kita tahu sendiri pasti untuk di tingkat nasional itu sangat sulit untuk bertugas kedua kalinya, karena (biasanya) tugas ini pasti hanya sekali seumur hidup,” dia mengakhiri.

Saksikan, bagaimana anggota Paskibraka 2020 tetap bersemangat mengibarkan bendera di tengah pandemi dalam program Berani Berubah, hasil kolaborasi antara SCTV, Indosiar bersama media digital Liputan6.com dan Merdeka.com.

Program ini tayang di Stasiun Televisi SCTV setiap Senin di Program Liputan6 Pagi pukul 05.30 WIB, dan akan tayang di liputan6.com serta merdeka.com pada pukul 06.00 WIB di hari yang sama.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berani Berubah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓