Jokowi: Anggaran Kesehatan 2021 Rp 169,7 T, Salah Satunya untuk Pengadaan Vaksin

Oleh Lizsa Egeham pada 14 Agu 2020, 16:18 WIB
Diperbarui 14 Agu 2020, 16:18 WIB
Jokowi Tinjau Fasilitas Produksi Vaksin Covid-19 di Bio Farma
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan) meninjau fasilitas produksi dan pengemasan di PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat Selasa (11/8/2020). Jokowi menggunakan pakaian lengkap penelitian untuk melihat Laboratorium Bio Farma. (Foto: Biro Pers Kepresidenan)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pemerintah mengalokasikan Rp 169,7 triliun untuk anggaran kesehatan pada 2021. Jokowi menyebut anggaran tersebut termasuk untuk pengadaan vaksin.

Hal ini disampaikan Jokowi saat menyampaikan RUU APBN 2021 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (14/8/2020).

"Anggaran kesehatan direncanakan sebesar Rp 169,7 triliun atau setara 6,2% APBN, diarahkan terutama untuk peningkatan dan pemerataan dari sisi supply, serta dukungan untuk pengadaan vaksin," jelas Jokowi.

Tak hanya itu, anggaran kesehatan disiapkan untuk meningkatkan nutrisi ibu hamil dan menyusui, balita, penanganan penyakit menular, serta akselerasi penurunan stunting. Kemudian, untuk perbaikan efektivitas dan keberlanjutan program jaminan kesehatan nasional.

"Serta penguatan pencegahan, deteksi, dan respons penyakit, serta sistem kesehatan terintegrasi," ucap Jokowi.

 

2 dari 3 halaman

2 Calon Vaksin

Seperti diketahui, pemerintah tengah berupaya menemukan vaksin virus corona (Covid-19). Ada dua calon vaksin yang tengah dikembangkan oleh pemerintah sebelum diproduksi secara besar-besaran.

Pertama, yakni vaksin yang diuji klinis oleh PT Bio Farma dengan perusahaan asal China, Sinovac. Kedua, vaksin merah putih buatan Indonesia.

Menteri BUMN dan Ketua Tim Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Covid-19 Erick Thohir menyatakan, pengadaan dan proses penyuntikkan vaksin di Indonesia membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Berdasarkan estimasinya, diperlukan biaya sekitar USD 4,5 miliar atau Rp 65,9 triliun (asumsi kurs Rp 14.671) untuk membeli vaksin, memproduksinya hingga menyuntikkannya ke 160 hingga 190 juta masyarakat Indonesia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓