Anies: Penggunaan ICU di RS Jakarta Sudah Capai 67 Persen

Oleh Liputan6.com pada 14 Agu 2020, 13:31 WIB
Diperbarui 14 Agu 2020, 13:40 WIB
Anies Baswedan
Perbesar
Gubernur DKI Anies Baswedan melepas petugas haji DKI Jakarta. (Liputan6.com/Nabila)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan adanya peningkatan beban layanan rumah sakit selama dua minggu terakhir. Dia mengakui sudah 65 persen tempat tidur di ruang isolasi sudah terpakai. Padahal pada Juli, hanya berkisar 40 sampai 50 persen.

"Selama dua pekan, terjadi tren peningkatan ruang isolasi dan ICU di Jakarta. Dari 4.456 tempat tidur isolasi, 65 persen sudah terisi saat ini," kata Anies dalam keterangan tertulisnya yang merdeka.com terima, Jumat (14/8).

Bukan hanya itu, tren peningkatan juga terjadi di penggunaan ruang ICU yang mencapai 67 persen. Dari 483 tempat tidur di ruang ICU, 67 persennya sudah terisi oleh pasien Covid-19.

"Begitu pun dengan ruang ICU yang telah disiapkan 483 tempat tidur, kini 67 persen sudah terisi dengan pasien terkonfirmasi Covid-19. Angka itu semuanya bergerak dalam satu bulan dari kisaran 40-50 persen di bulan Juli," ujarnya.

Anies memaparkan, jumlah kasus aktif di Jakarta bertambah 119 orang, sehingga totalnya menjadi 9.044 kasus aktif. Angka ini menyumbang hampir 25 persen dari total kasus aktif Covid-19 di Indonesia. Jumlah kasus aktif tersebut menurutnya harus menjadi perhatian karena 9 ribu orang tersebut harus menjalani masa perawatan hingga sembuh. Inilah penyebab dari meningkatnya beban hunian rumah sakit di Jakarta.

Kasus virus Corona di ibu kota selalu mengalami peningkatan. Total jumlah kasus positif di DKI Jakarta pada Kamis, 13 Agustus kemarin menjadi 27.863 kasus.

Adanya tren peningkatan bed occupancy atau peningkatan tempat tidur yang dipakai menurut Anies menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bersama bagi semua elemen masyarakat. Ia berharap, bukan hanya pemerintah saja yang ikut mengambil peran untuk mengurangi angka beban rumah sakit.

"Tren peningkatan ini perlu ditangani bersama, tidak hanya oleh pemerintah,” ujarnya.

Anies menegaskan bahwa beban hunian rumah sakit yang meningkat ini tentunya menjadi beban juga bagi para tenaga kesehatan. Menurutnya, angka 65 persen merupakan angka yang cukup tinggi. Oleh karena itu, Ia mengimbau warga DKI Jakarta untuk meringankan beban para tenaga medis dengan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas, Lab dan berbagai fasilitas kesehatan lainnya bukan sekadar fasilitas bangunan benda mati. Di dalamnya ada tenaga kesehatan yang saat ini merasakan beban yang tidak sederhana. Mari kita meringankan beban mereka semua dengan bersama-sama menerapkan protokol kesehatan," ujar Anies.

 

**Cek hasil pengumuman SBMPTN 2020 di tautan ini

2 dari 2 halaman

MInta Warga Saling Peduli

Tidak bosan-bosannya Anies mengingatkan warga DKI Jakarta untuk saling mengingatkan. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk kepedulian yang bisa diberikan setiap orang kepada tenaga medis. Sehingga jika semua warga Jakarta saling mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan, yang merasakan dampaknya bukan antara dua orang itu saja, namun juga akan berpengaruh pada beban layanan kesehatan.

"Saling mengingatkan untuk mengenakan masker, mencuci tangan dengan rutin, dan menjaga jarak. Jangan ragu dan takut untuk saling mengingatkan," katanya.

Tingginya kasus Covid-19 di Jakarta menyebabkan beban hunian rumah sakit semakin tinggi, untuk itu, Anies telah mempertimbangkan untuk memperpanjang PSBB transisi keempat mulai hari ini.

Pada 14 Agustus 2020 Anies akan masih memperpanjang PSBB transisi sampai 27 Agustus 2020.

"Dengan mempertimbangkan segala kondisi, setelah kami berkonsultasi dengan pakar kesehatan khususnya epidemiolog, dan berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda pada sore tadi, kami memutuskan untuk kembali memperpanjang PSBB Masa Transisi di fase pertama ini untuk keempat kalinya hingga tanggal 27 Agustus 2020," tutupnya. 

Reporter: Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓