Jokowi: Jangan Sia-siakan Pelajaran dari Krisis

Oleh Ady Anugrahadi pada 14 Agu 2020, 10:36 WIB
Diperbarui 14 Agu 2020, 11:34 WIB
Presiden Jokowi menganugerahkan tanda jasa dan kehormatan kepada 53 tokoh, Kamis (13/8/2020). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Perbesar
Presiden Jokowi menganugerahkan tanda jasa dan kehormatan kepada 53 tokoh, Kamis (13/8/2020). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta semua pihak tak menyia-nyiakan pelajaran dari krisis yang tengah dihadapi oleh Indonesia.

Adapun, ini disampaikan saat memberikan pidato di Sidang Tahunan MPR 2020.

"Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis," kata Jokowi, Jumat (14/8/2020).

Dia meminta krisis ini tak membuat mundur Indonesia. Tapi justru, lanjut dia, bisa dijadikan momentum untuk maju.

"Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Justru momentum krisis ini harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan," ungkap Jokowi.

 

**Cek hasil pengumuman SBMPTN 2020 di tautan ini

2 dari 3 halaman

Ubah Pola

Jokowi menyebutkan, krisis ini mengubah pola masyarakat dalam bekerja. "Krisis ini telah memaksa kita untuk menggeser channel cara kerja," kata Jokowi.

Menurut dia, memang ada perubahan yang terjadi selama krisis. misalnya, dari normal menjadi cara yang agak berbeda.

Jokowi menegaskan, saat ini yang sangat dibutuhkan adalah fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan. Kemudian memprioritasikan efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Juga meningkatkan kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional.

"Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah," tutup Jokowi.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓