Jokowi: Demokrasi Hargai Hak Orang Lain, Jangan Merasa Paling Agamis Sendiri

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 14 Agu 2020, 10:35 WIB
Diperbarui 14 Agu 2020, 11:36 WIB
Presiden Jokowi mengenakan baju adat Sabu dari Nusa Tenggara Timur (NTT) saat menghadiri sidang tahunan MPR, Jumat (14/8/2020). (dok Biro Pers Sekretariat Presiden)
Perbesar
Presiden Jokowi mengenakan baju adat Sabu dari Nusa Tenggara Timur (NTT) saat menghadiri sidang tahunan MPR, Jumat (14/8/2020). (dok Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Jokowi menyinggung persoalan demokrasi pada Sidang Tahunan Parlemen 2020. Menurutnya, demokrasi yang benar adalah demokrasi yang tetap menghargai hak orang lain.

"Demokrasi memang menjamin kebebasan, namun kebebasan yang menghargai hak orang lain. Jangan ada yang merasa paling Pancasilais sendiri, jangan ada yang merasa paling agamis sendiri," tegas Jokowi di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Jokowi menegaskan, demokrasi tidak dimaknai dengan semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak. Dia meyakini bahwa hal tersebut bukanlah yang dinamakan demokrasi.

"Demokrasi bukan paling benar sendiri, itu tidak benar. Kita beruntung bahwa mayoritas rakyat Indonesia, menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan, penuh toleransi dan saling peduli, sehingga masa-masa sulit sekarang ini bisa kita tangani secara baik," beber Jokowi.

Karenanya, Jokowi berterima kasih atas dukungan dan kerja cepat dari para pimpinan dan anggota lembaga negara yang melakukan langkah-langkah extraordinary dalam menghadapi pandemi.

"Demi mendukung penanganan krisis dan membajak momentum krisis untuk menjalankan strategi-strategi besar bangsa, Saya berterimakasi atas kerja cepatnya," Jokowi menandasi.  

 

 

**Cek hasil pengumuman SBMPTN 2020 di tautan ini

2 dari 3 halaman

Junjung Tinggi Keberagaman

Presiden Jokowi mengenakan baju adat Sabu dari Nusa Tenggara Timur (NTT) saat menghadiri sidang tahunan MPR, Jumat (14/8/2020).
Perbesar
Presiden Jokowi mengenakan baju adat Sabu dari Nusa Tenggara Timur (NTT) saat menghadiri sidang tahunan MPR, Jumat (14/8/2020). (dok Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi menyebut bahwa Indonesia beruntung masyarakat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan, penuh toleransi dan saling peduli. Hal ini membuat penanganan krisis semakin mudah dilakukan.

"Sehingga masa-masa sulit sekarang ini bisa kita tangani secara baik," ucapnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja cepat dari Pimpinan dan Anggota lembaga- lembaga negara melakukan langkah-langkah extra-ordinary dalam mendukung penanganan krisis akibat pandemi Covid-19. Dia ingin Indonesia dapat membajak momentum krisis untuk menjalankan strategi-strategi besar bangsa.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓