Keluarga Bocah Peretas Situs NASA Tak Percaya Anaknya Terlibat Tawuran

Oleh Pramita Tristiawati pada 02 Agu 2020, 17:51 WIB
Diperbarui 02 Agu 2020, 17:51 WIB
Putra, terbaring di rumah sakit di Tangerang akibat dikeroyok. (Pramita/Liputan6.com)
Perbesar
Putra, terbaring di rumah sakit di Tangerang akibat dikeroyok. (Pramita/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Darso, ayah kandung Putra Aji, bocah peretas situs NASA yang jadi korban pengeroyokan, mengaku hingga kini anaknya masih terbaring lemah dan kritis.

Hingga kini, bocah peretas situs NASA itu masih menunggu antrian penanganan di rumah sakit. Padahal sudah 10 hari lebih Putra Aji mebdapat perawatan intensif di rumah sakit, namun belum ada kemajuan berarti.

"Kondisinya sama seperti waktu di rawat di RS Sari Asih. Sekarang di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Cawang, juga masih belum bisa ngapa - ngapain," ungkap Darso, Minggu (2/8/2020).

Darso pun berharap pihak Kepolisian segera menangkap pelaku lain yang telah menganiaya anaknya tersebut.

"Sudah seminggu lebih baru satu yang ditangkap. Saya berharap polisi bisa bekerja maksimal menangkap pelaku lainnya, apalagi pelaku pasti saling berkaitan," ujarnya.

Dia juga mengaku kaget bila keterangan polisi malah menyudutkan anaknya, seolah-olah terlibat tawuran.

"Anak saya enggak mungkin ikut tawuran. Dia ijin mau ambil video sama mamahnya, terus memang ada yang sedang tawuran dan anak saya berhentikan motornya, eh malah dipukuli," katanya.

 

2 dari 3 halaman

Jarang Keluar Rumah

Darso mengaku keseharian Putra bahkan jarang keluar rumah. Putra biasanya hanya sibuk dengan komputer yang ada dirumah, sebab, semenjak berhasil meretas situs NASA 2 tahun lalu, Putra Aji mendapat banyak proyek memeriksa keamanan situs perusahaan besar, BUMN, bahkan multi level internasional.

"Anak saya jarang keluar. Jadi selama ini memang enggak pernah ikut tawuran, aneh saja kalau tiba-tiba dibilang tawuran," katanya.

Saat ini, Darso membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk biaya perawatan anaknya selama menjalani perawatan medis di RS PON.

"Saya berharapnya ada yang bantu membiayai perawatan medis. Karena memang tidak murah," ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓