Warganya Terima BLT, Bupati Puncak: Bukti Negara Hadir Saat Pandemi

Oleh Yusron Fahmi pada 02 Agu 2020, 15:26 WIB
Diperbarui 02 Agu 2020, 15:46 WIB
Pembangian BLT di Kabupaten Puncak Papua (Istimewa)
Perbesar
Pembangian BLT di Kabupaten Puncak Papua (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Bupati Puncak Willem Wandik mengapresiasi pemerintah pusat terkait dana bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan kepada masyarakat di daerahnya.

Menurut dia, dana BLT yang diberikan membuktikan kehadiran Negara di tengah upaya pencegahan dampak sosial akibat Pandemi Covid-19 saat ini.

"Pendistribusian dana BLT harusnya dikhususkan bagi daerah yang warganya terjangkit virus corona (zona merah). Namun, demi keadilan sosial, Presiden Joko Widodo menurunkan kebijakan agar dana BLT merata di semua daerah. Ini bukti negara hadir untuk membantu mengatasi dampak sosial dari pendemi corona di kabupaten ini," kata Willem Wandikcmelalui keterangan persnya, Sabtu (1/8/2020) 

Jumlah total dana BLT yang disalurkan kepada 206 kampung yang tersebar di 25 distrik berjumlah Rp 91 Miliar.

Untuk tahap pertama pembagian awal dilakukan untuk 6 distrik Kabupateten Puncak, sebesar Rp 25 Miliar yaitu Distrik Ilaga Utara, Ilaga, Gome, Amukia, Mabugi dan Gome Utara. Lalu secara bertahap dan merata akan diserahkan ke 19 distrik atau ke 206 kampung di Kabupaten Puncak mulai Selasa 28  Juli 2020.

Dalam perhitungan Willem, satu KK (Kepala Keluarga), mendapat dana sebesar Rp.600 ribu/bulan, jika dihitung dari Januari, maka sudah mencapai enam bulan, sehingga satu KK bisa mendapatkan dana Rp. 4 Juta/KK.

"Semua di Puncak begitu senang dan bangga, mereka menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo melalui Menteri Desa, karena di situasi sulit saat ini, mereka bisa lihat dan terima uang BLT secara fisik, ini  bukti bahwa negara terus hadir dan peduli  kepada masyarakat pegunungan timur yang jauh dari ibu kota Jakarta,” ucapnya.

Willem menambahkan, sumber dana BLT ini berasal dari dana kampung yang sudah ditransfer oleh Pemerintah pusat sejak dua minggu lalu, dan pemerintah daerah sendiri ikut membantu mengawasi dalam penyaluran BLT ini agar tepat sasaran. Bagi warga yang berada di luar Puncak juga diminta untuk tidak khawatir, karena pasti akan ditransfer ke rekening masing-masing KK.

"Soal pembagian dana BLT ini, saya yakin akan merata dan adil, karena budaya dan adat masyarakat di pegunungan tengah khususnya di Kabupaten Puncak, sudah memiliki budaya, kebersamaan, jujur dan gotong royong. Beberapa kampung yang baru dimekarkan juga mendapatkan dana sebesar Rp 300 jutaan,” terangnya.

2 dari 2 halaman

Gunakan Kearifan Lokal

Pembagian dana BLT ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Puncak, menggunakan cara kearifan lokal, dimana masyarakat terlebih dahulu membakar batu, selanjutnya kepala kampung dan petugas dan diawasi oleh pihak Distrik dan BPPMK (Badan Pemberdayaan masyarakat kampung) Kabupaten Puncak, dibagi secara merata sesuai dengan data KK di kampung-kampung yang menerima bantuan langsung tunai.

"Kami senang, pemerintah pusat telah membantu kami dengan dana BLT. Kami akan bagi dana ini merata kepada semua warga di kampung kami," ungkap Kepala Kampung Kunga, Distrik Amukia, Simson Elas.

Meski zona hijau, protokol kesehatan wajib diterapkan kepada penumpang pesawat yang menuju Kab. Puncak atau keluar dari Puncak.

"Cek suhu badan, penggunaan masker serta mencuci tangan tetap diterapkan. Hal ini tentu saja untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 di tanah Papua," tutup Willem.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait