662 Ribu Peserta UTBK Ujian di Tengah Pandemi

Oleh Yopi Makdori pada 02 Agu 2020, 11:45 WIB
Diperbarui 02 Agu 2020, 11:45 WIB
FOTO: Ujian Tulis Berbasis Komputer di Tengah Pandemi COVID-19
Perbesar
Petugas membagikan kertas kepada peserta saat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang pertama di Kampus Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta, Cinere, Depok, Jawa Barat, Minggu (5/7/2020). UTBK 2020 salah satu syarat bagi calon mahasiswa yang mendaftar melalui SBMPTN. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Total 662.409 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)-SBMPTN 2020 menghadiri ujian yang digelar dua gelombang pada 5 hingga 14 Juli (tahap pertama) dan 20 hingga 29 Juli (tahap kedua).

Dikutip dariĀ  akun resmi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), angka kehadiran tersebut setara dengan 92,89 persennya dari total peserta. Jumlah peserta sendiri total mencapai 713.230 peserta.

Sementara itu, jumlah ketidakhadiran peserta UTBK dari Tahap I hingga II mencapai 50.821 peserta. Angka ini sama dengan 7,13 persen dari total peserta.

"Alhamdulillah UTBK 2020 selesai dilaksanakan. Mohon maaf apabila selama pelaksanaan ada kekurangan, terima kasih pula kepada semua pihak yang ikut andil memfasilitasi dan mendukung sepenuhnya pelaksanaan UTBK," tulis akun @ltmptofficial, Jumat (31/7/2020).

Ketua LTMPT Mohammad Nasih menyebut, tingkat kehadiran peserta UTBK-SBMPTN 2020 mencapai 93,01 persen.

"Tingkat kehadirannya mencapai 93,01 persen dari 558 ribu orang (peserta Tahap I) yang hadir 519 ribu orang," katanya saat konferensi pers, Rabu (15/7/2020).

2 dari 2 halaman

Semangat Luar Biasa

FOTO: Ujian Tulis Berbasis Komputer di Tengah Pandemi COVID-19
Perbesar
Suasana Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang pertama di Kampus Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta, Cinere, Depok, Jawa Barat, Minggu (5/7/2020). UTBK 2020 dibagi dua gelombang, pertama 5-14 Juli 2020 dan kedua 20-29 Juli 2020. (merdeka.com/Arie Basuki)

Hal ini berarti tingkat ketidakhadiran para peserta hanya berada di angka 6,99 persen. Kata Nasih hal itu merupakan suatu kemajuan luar biasa dibandingkan tingkat kehadiran pada tahun sebelumnya. Kendati sedang dalam masa pandemi, menurut Nasih semangat para peserta begitu luar biasa.

"Nampaknya minat atau keikutsertaan dari kawan-kawan peserta ini sungguh luar biasa. Padahal restriksi dan barrier di beberapa tempat kita bisa melihat sendiri ada yang nggak bisa masuk ke kota tertentu karena harus ada persyaratan," ucap dia.

Sebagai perbandingan, menurut Nasih, pada perhelatan UTBK tahun 2019, tingkat ketidakhadirannya masih berada di angka 11,1 persen.

"Jadi sebagai perbandingan pada 2019 tingkat ketidakhadirannya mencapai 11,01 persen. Itu artinya kehadirannya hanya di angka 88,09 persen," ucapnya.

UTBK Tahap I dilakukan di sebanyak 85 lokasi yang dipegang oleh 72 Pusat UTBK seluruh Indonesia. Tes dilakukan sejak 5 hingga 14 Juli 2020.

Lanjutkan Membaca ↓