Stafsus Presiden Ini Berterima Kasih kepada NU dan Muhammadiyah, Ada Apa?

Oleh Liputan6.com pada 31 Jul 2020, 19:14 WIB
Diperbarui 31 Jul 2020, 20:18 WIB
virtual
Perbesar
Diskusi virtual dengan tajuk Pendidikan Indonesia di Era Pandemi yang digelar Kamis (30/7/2020). (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Staf Khusus Presiden asal Papua, Billy Mambrasar mengucapkan terima kasih kepada NU dan Muhammadiyah atas kontribusi pendidikan keduanya untuk Tanah Papua. Ungkapan tersebut disampaikan dalam sebuah diskusi virtual dengan tajuk Pendidikan Indonesia di Era Pandemi, Kamis (30/7/2020).

Hadir dalam diskusi tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Christian Sohilait, tokoh perempuan dan Pengurus Harian NU Iklilah MD Fajriyah, tokoh pendidikan Muhammadiyah R Alpha Amirrachman, dan beberapa perwakilan penggerak pendidikan di Indonesia.

"NU dan Muhammadiyah bersama-sama dengan Yayasan Pendidikan Kristen, Katolik, dan PGRI merupakan bagian dari sejarah Pendidikan Indonesia, dan selama ini telah berkontribusi penuh mengembangkan pendidikan di Indonesia, termasuk di tanah kelahiran saya, Papua. Dan kita harus belajar dari lembaga-lembaga ini. Ayah saya bekerja sebagai guru honorer selama 40 tahun dan saya sudah menyaksikan keikhlasan hati NU dan Muhammadiyah membangun pendidikan di sana," tutur Billy Mambrasar.

Dia mengharapkan agar PGRI, NU dan Muhammadiyah dapat terus menjadi pembimbing bagi dunia pendidikan Indonesia, khususnya mendampingi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam mengembangkan program-program pendidikan di Indonesia.

Billy juga memberikan masukan agar pagu aggaran DAK dari Kemendikbud dapat digunakan untuk memperbaiki infrastruktur Internet, memberikan bantuan kuota kepada siswa kurang mampu, dan memberikan penambahan fasilitas belajar untuk mendukung program pendidikan jarak jauh tersebut

"Seingat saya, mohon maaf apabila datanya kurang akurat, untuk tahun 2019, anggaran fungsi pendidikan dialokasikan sebesar Rp 429,5 triliun yang tersebar di 19 kementerian/lembaga. Terbesar ada ditransfer daerah yakni Rp 308,38 triliun atau 62,62% dari total alokasi," papar Billy.

"DAK fisik dalam pagu indikatif dialokasikan sebesar Rp 16,7 triliun, dan ini bisa dipertimbangkan untuk dijadikan bantuan peningkatan akses belajar daring, seperti pembangunan infrastruktur Internet dan peningkatan jaringan internet bagi daerah-daerah yang sangat membutuhkan," imbuh dia.

2 dari 3 halaman

Komitmen Kemendikbud

Sementara itu, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menyatakan bahwa Kemendikbud berkomitmen untuk berkontribusi mengatasi pandemi dengan segenap daya dan upaya. Prioritasnya adalah kesehatan dan keselamatan murid dan orangtua. Oleh karenanya, Kemendikbud mengadakan pembelajaran jarak jauh untuk menghindari penyebaran virus yang semakin banyak. Ini tentu membutuhkan bantuan berbagai Pihak.

Dalam diskusi webinar tersebut, penyelenggara acara yakni Yayasan Kitong Bisa yang berkolaborasi dengan Universitas Advent Indonesia, juga membuka penggalangan dana untuk mendukung pendidikan dari mahasiswa dan siswa yang kesulitan belajar karena dampak dari pandemi Covid-19.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓