Bio Farma Mengaku Siap Produksi Vaksin Covid-19 hingga 100 Juta Dosis per Tahun

Oleh Liputan6.com pada 21 Jul 2020, 23:27 WIB
Diperbarui 21 Jul 2020, 23:27 WIB
Vaksin Corona dari China Tiba di Indonesia
Perbesar
Vaksin Corona dari China Tiba di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi PT Bio Farma mengaku siap memproduksi vaksin Covid-19 hingga 100 juta dosis per tahun.

"Kami dari Bio Farma mendapat tugas untuk memastikan kapasitas produksi vaksin ini bisa dikelola dengan baik, sampai saat ini kami sudah menyiapkan 100 juta dosis per tahun," kata Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.

Vaksin COVID-19 buatan Sinovac, China, sudah tiba di Indonesia pada Minggu, 19 Juli Di Indonesia. Bio Farma rencananya akan memproduksi dan mendistribusikan vaksin tersebut bila uji klinis berhasil.

"Kita akan expand menuju 250 juta dosis per tahun. Tapi untuk tahap pertama sesuai target penyelesaian uji klinis Januari 2021. Pada saat selesai uji klinis dan izin edarnya keluar, kami sudah menargetkan untuk bisa selesai sekitar 40 juta dosis per tahun," tambah Honesti.

Saat ini, vaksin Covid-119 dari Sinovac tersebut berada di Biofarma dan masih disimpan sesuai dengan ketentuan-ketentuan penyimpanan vaksin internasional.

"Saatnya nanti uji klinis sudah dimulai saya akan berikan ke tim uji klinis untuk segera diberikan vaksinasi ke sampel sejumlah 1.620 orang," ungkapnya. 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Uji Klinik Dilakukan Universitas Padjajaran

Uji klinis tersebut rencananya akan dilakukan di Bandung dan sekitarnya yang akan dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Padjajaran.

"Tadi kita sudah ketemu Pak Presiden. Beliau sangat mendukung uji klinis vaksin ini dan sangat membantu apa pun kebutuhannya, sehingga kami sangat optimis. Kami rencanakan uji klinis ini selesai bulan Januari," kata Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil.

Kusnandi yang juga dosen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran mengatakan akan ada 1.620 orang relawan yang akan ikut uji klinis tahap ketiga tersebut.

"Selanjutnya akan dilakukan tindakan-tindakan penyuntikan yang akan dilakukan oleh departemen kesehatan. Saya harus melakukan pengujian vaksin betul-betul efektif dan aman dan dalam perhitungan statistik saya akan mengumpulkan kurang lebih 1.620 orang," tambah Kusnandi.

Menurut dia, 1.620 orang itu berusia 18-59 tahun dan harus sehat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya