Anies Ingin Kampanye Pencegahan Covid-19 Lewat Toa Masjid dan Musala

Oleh Ika Defianti pada 20 Jul 2020, 20:03 WIB
Diperbarui 20 Jul 2020, 20:03 WIB
Anies Baswedan
Perbesar
Gubernur DKI Anies Baswedan melepas petugas haji DKI Jakarta. (Liputan6.com/Nabila)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau agar kesadaran terkait pencegahan penularan virus corona Covid-19 terus dikampanyekan secara intensif di masyarakat.

Salah satunya yaitu secara tradisional, yakni dengan memberikan pengumuman menggunakan pengeras suara atau toa masjid.

"Semua masjid menggunakan toa untuk mengumumkan mengenai kedisiplinan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak," kata Anies dalam video di YouTube Pemprov DKI Jakarta, Senin (20/7/2020).

Karena hal itu, dia juga meminta agar jajarannya dapat berkoordinasi dengan para pengurus masjid ataupun musala. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga meminta agar materi imbauan disiapkan dan dibagikan secara serentak.

"Bayangkan se-Jakarta, ada 9.000 musala dan masjid itu mengumumkan 4-5 kali sehari. Saya rasa kedengaran itu, kedengaran sekali," ucap Anies.

Selain itu, dia juga meminta para petugas pasar tradisional ikut aktif menyampaikan imbauan terkait pencegahan Covid-19. Seperti penggunaan pengeras suara dengan berkeliling area pasar.

"Kalau mau lebih enak biar enggak menganggu, Diskominfo bikin rekaman. Jadi nanti tinggal dicocokkan, tinggal jalan muter aja, enggak perlu teriak-teriak terus," kata Anies.

 

2 dari 3 halaman

Tetap Waspada Penularan Covid-19

Ketika Warga Kali Pasir Perangi Virus Corona dengan Pesan Mural
Perbesar
Seorang anak kenakan masker dengan latar belakang mural Indonesia Bisa Stop Corona di Lapangan Bulutangkis, Kampung Kali Pasir, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pesan mural mengajak warga untuk memutus rantai penyebaran Corona Covid-19 dengan diam di rumah. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran virus corona atau Covid-19 selama perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi.

Sebab saat ini banyak masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19 tidak memiliki gejala atau OTG.

"Ingat 66 persen dari kasus positif baru di Jakarta dalam seminggu terakhir adalah mereka yang tidak memiliki gejala sakit, tidak memiliki keluhan," kata Anies di YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Dia mengimbau agar masyarakat untuk saling mengingatkan dan menegur warga lainnya yang tidak mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Misalnya penggunaan masker hingga menjaga jarak satu sama lain.

Selain itu, Anies juga mengajak masyarakat untuk terus mengikuti nasehat para ahli kesehatan untuk melindungi diri dari penyebaran Covid-19.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓