Gugus Tugas Covid-19: Selalu Pakai Masker dan Tak Bicara di Angkutan Umum

Oleh Liputan6.com pada 19 Jul 2020, 18:25 WIB
Diperbarui 19 Jul 2020, 18:25 WIB
Angkutan Umum Terapkan Protokol Kesehatan
Perbesar
Penumpang menerapkan jaga jarak saat menaiki angkutan umum Jak Lingko di kawasan Cawang, Jakarta, Senin (6/7/2020). Pada perpanjangan masa PSBB transisi, angkutan umum sudah mulai beroperasi kembali dengan menerapkan protokol Kesehatan Covid-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menyiapkan serangkaian aturan untuk menunjang aktivitas masyarakat tetap produktif saat masa pandemi Corona Covid-19.

Salah satunya adalah larangan berbicara maupun mengobrol ketika sedang menaiki angkutan transportasi umum.

"Masyarakat untuk selalu memakai masker termasuk di transportasi umum dan tetap upayakan untuk tidak mengadakan pembicaraan sama sekali, apalagi makanan dan minum," kata Juru Bicara Pemerintah Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Gedung BNPB Jakarta, Minggu (19/7/2020).

Dia menjelaskan, kasus Corona yang masif terjadi diakibatkan penularan yang dilakukan oleh orang positif tanpa gejala. Orang positif tanpa gejala itu, kata Yurianto, menjadi sumber penularan.

"Oleh karena itu, kenakan masker menjaga jarak harus diupayakan ditambah untuk tidak berbicara selama berada di kendaraan umum," ucap Yurianto.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar memahami kondisi saat ini, di mana tidak bisa lagi dijalankan secara normal seperti sebelum wabah Corona Covid-19.

"Namun kita rubah tetap waspada agar bagaimana pun juga kegiatan yang kita laksanakan bukan hanya produktif tetapi juga aman dari penularan Covid-19," jelas Yurianto.

 

2 dari 3 halaman

Siapkan Aturan Rapat di Kantor

Rapat
Perbesar
Ilustrasi rapat (Foto: www.nosepilot.com)

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengimbau agar kegiatan pertemuan di kantor dibatasi. Dia berpesan agar pertemuan di kantor hanya diikuti karyawan yang sehat.

Menurut dia, hal tersebut guna meminimalisasi penularan Covid-19 akibat virus Corona.

"Batasi presentasi yang betul-betul penting saja, dan juga dibatasi waktu," kata Yuri saat konferensi pers di YouTube BNPB, Minggu (19/7/2020).

Dia mengatakan, rapat di kantor sebaiknya tidak lebih dari 30 menit. Selain itu, dia meminta agar tidak menyediakan hidangan apapun saat rapat atau pertemuan. Ini untuk menghindari peserta rapat membuka masker dan mengobrol berdekatan.

Kemudian, lanjut dia, saat pertemuan tersebut orang yang hadir diwajibkan mengenakan masker. Jika pembicara terpaksa membuka pasker, harus dipastikan tidak mendekati peserta rapat lain agar droplet tidak menularkan Covid-19 ke orang lain.

"Hilangkan kebiasaan menghidangkan makanan, minuman di ruang rapat. Rencanakan dengan baik, agar rapat bisa berjalan efektif, efisien, dan singkat," tutur Yuri.

 

Reporter: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓