Dokter Reisa: Rapid Test Masih Diperlukan untuk Deteksi Covid-19

Oleh Lizsa Egeham pada 18 Jul 2020, 20:03 WIB
Diperbarui 18 Jul 2020, 20:03 WIB
Dokter Reisa Broto Asmoro dalam konferensi persnya pada Selasa (10/6/2020) (Tangkapan Layar BNPB)
Perbesar
Dokter Reisa Broto Asmoro dalam konferensi persnya pada Selasa (10/6/2020) (Tangkapan Layar BNPB)

Liputan6.com, Jakarta Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro menilai rapid test masih diperlukan untuk mendetekasi virus Corona di tubuh seseorang.

Menurutnya rapid test diperlukan untuk screening awal seseorang terpapar Covid-19.

"Kami menyimpulkan bahwa rapid test masih diperlukan sebagai upaya yang bisa membantu untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak," ujar Reisa dalam video conference, Sabtu (18/7/2020).

Kendati begitu, dia menegaskan bahwa rapid test tidak digunakan untuk kepentingan diagnostik. Hal ini sesuai dengan pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 revisi kelima dari Kementerian Kesehatan.

"Pada kondisi dengan keterbatasan kapasitas pemeriksaan RT PCR atau tes dengan sampel swab, rapid test menguatkan pelacakan erat dan pada kelompok-kelompok rentan berisiko," jelas Reisa.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:


Rapid Test Hanya untuk Penelitian Epidemiologi

Menurut dia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun merekomendasikan penggunaan rapid test hanya untuk penelitian epidemiologi atau yang berhubungan dengan pencegahan dan pengendalian virus SARS-CoV-2.

Untuk itu, Reisa menyarankan penggunaan rapid test mengikuti perkembangan teknologi terkini dan rekomendasi dari WHO. 

Reisa mengatakan saat ini Indonesia sudah dapat membuat alat rapid test sendiri dengan tingkat akurasi yang tinggi. Hal ini diharapkan dapat membantu untuk mendeteksi orang terinfeksi Covid-19 secara meluas.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya