BP Batam Pastikan Wisata Sejarah Ex Camp Vietnam Aman Dikunjungi

Oleh stella maris pada 07 Jul 2020, 08:51 WIB
Diperbarui 07 Jul 2020, 09:49 WIB
BP Batam
Perbesar
BP Batam.

Liputan6.com, Jakarta Kota Batam memiliki Pulau Galang yang dulunya merupakan tempat penampungan kamp pengungsian warga Vietnam (Camp Vietnam). Ya, saat itu mereka mengungsi dari adanya perang saudara di Vietnam. 

Camp Vietnam dibangun PBB di atas lahan seluas 80 hektare. Kini masyarakat mengenal tempat tersebut karena menjadi salah satu wisata sejarah kemanusiaan yang dikelola oleh BP Batam. 

Namun beberapa bulan belakangan, virus corona (Covid-19) menyebar ke banyak negara termasuk Indonesia. Banyak pula korban meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19. 

Dari fenomena itulah, didirikan Rumah Sakit Khusus Galang. Awalnya Pemerintah Pusat memutuskan untuk membangun Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) guna menampung pasien yang terdampak.

Pembangunan RSKI di Pulau Galang oleh pemerintah sebagai bentuk antisipasi penanganan bagi Warga negara Indonesia yang terpapar Covid 19.

Soetarno Dwi Karaya Manager Komersial Hunian Gedung, Agribisnis dan Taman Badan Pengusahan (BP)Batam mengungkapkan bahwa tempat Wisata Sejarah Kemanusiaan Kampung Vietnam pulau Galang jaraknya jauh dengan RSKI .

Lokasi RSKI memang berada di atas lahan yang di peruntukan para pengungsi dulu, Total luas Lahan yang diperuntukan dari Pemerintah Indonesia untuk pengungsi Camp Vietnam saat itu kepada PBB sekitar 700 hektare.

" Wisata Cam Vietnam sangat aman untuk pengunjung, terpisah jauh dari RSKI Covid 19 " kata Soetarno di Kawasan Wisata ek pengungsi Vietnam, Senin (6/7).

Di tempat yang sama Azahari perwakilan anggota tim Gugus Tugas Penaganan Covid 19 dari BP Batam untuk RSKI menjelaskan untuk wisata Cam Vietnam dengan Rumah Sakit Khusus Covid 19 terpisah serta akses masuknya pun berbeda.

"Jarak Cam Vietnam dengan Rumah sakit khusus sekitar 3km dan rumah sakit lokasinya di luar kawasan wisata," kata Azhari.

Selain itu juga sekeliling area Rumah Sakit Khusus Infeksi dijaga ketat oleh Tim pengamanan gabungan TNI-Polri sehingga pasien didalam Rumah Sakit pun tidak bisa berkeliaran keluar dan masyarakat umum tidak bisa masuk secara bebas.

Memang kata Azhari untuk situs Rumah Sakit di dalam Cam Vietnam ada di gunakan untuk sarana pendukung Rumah sakit Khusus seperti tempat Mes, Penjaga, dokter dan perawat.

Azhari menyebutkan berdasarkan Badan Kesehatan Dunia bahwa virus tidak terbang jauh terbawa angin dan virus dapat keluar melaui percikan ludah yang berjarak hanya 1,5 meter.

Dan tak terlepas dari itu protokol kesehatan sudah disiapkan, sehingga wisata galang aman dari wabah Covid-19, terutama camp vietnam.

"Akhir-akhir ini sejak dibuka, wisata Cam Vietnam pengunjugnya turun derastis mencapai 95 persen dari sebelum Corona," Azhari.

Itu karena masyarakat menganggap Rumah sakit Khusus Covid 19 atau RSKI berada di dalam kawasan wisata.

 

(*)