Silakan Olahraga, Ini Panduannya dari Tim Gugus Tugas Covid-19

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 28 Jun 2020, 18:46 WIB
Diperbarui 28 Jun 2020, 18:46 WIB
PSBB Masa Transisi, CFD Jakarta Ditiadakan
Perbesar
Warga berolahraga menggunakan sepeda di Bunderan HI Jakarta, Minggu (7/6/2020). Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) masih belom diberlakukan, sampai dengan waktu yang belum ditentukan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan, dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru atau new normal, olahraga yang dilakukan bersama dan sarana umum, akan mulai meningkat lagi.

"Silakan saja berolah raga di tempat umum. Namun, perhatian 5 hal berikut ini," kata Dokter Reisa saat konferensi pers, Minggu (28/6/2020).

Yang pertama, dia menyampaikan agar yang berolahraga sebaiknya tanpa berpindah tempat atau olahraga dilakukan dengan posisi sejajar, dan berjarak 2 meter dengan orang lain.

"Kedua, untuk olahraga jalan kaki, usahakan jaraknya 5 meter dengan orang di depannya. Sedangkan yang berlari sebaiknya berjarak kurang lebih 10 meter dengan orang di depannya," jelas Dokter Reisa.

Dia pun juga menyampaikan ada pengaturan jarak bagi yang bersepeda. Di mana, olahraga ini kembali naik di tengah pandemi.

2 dari 2 halaman

Selalu Cuci Tangan

"Untuk yang bersepeda jaga jarak kurang lebih 20 meter di depannya," ungkap Dokter Reisa.

Yang kelima, dia berpesan setelah berolahraga masyarakat hendaknya selalu cuci tangan.

"Mandi, ganti pakaian, bersihkan seluruh alat olahraga dan barang bawaan kita. Seperti handphone, kaca mata, tas dan barang lainnya dengan cairan disinfektan," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓