Top 3 News: Ini Penyebab Jatim Miliki Kasus Positif Covid-19 Tertinggi di Indonesia

Oleh Yopi MakdoriNanda Perdana PutraMaria Flora pada 28 Jun 2020, 08:07 WIB
Diperbarui 28 Jun 2020, 08:12 WIB
Kelemahan Virus Corona
Perbesar
Ilustrasi Pandemi Covid-19 Credit: pexels.com/cottonbro

Liputan6.com, Jakarta Top 3 news hari ini, jumlah kasus positif Corona atau Covid-19 di Tanah Air masih terus mengalami peningkatan. Hingga Sabtu, 27 Juni kemarin dilaporkan kasus positif kembali bertambah hingga menembus angka 52.812 orang.

Dari total jumlah kasus positif di 34 provinsi tersebut, Jawa Timur kembali membuat rekor dengan penambahan kasus positif Covid-19 terbanyak saat ini.

Pada Jumat, 26 Juni kemarin, kasus pasien positif di Jatim telah mencapai 10.901. Angka ini melibihi Jakarta sebanyak 10.796 orang. 

Menurut Ketua Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi, salah satu penyebannya karena pihak Pemprov menggelar rapid test secara masif, khususnya bagi warga yang tidak merasakan gejala (OTG).

Lantas, lokasi-lokasi mana saja yang bisa menjadi sumber penularan Covid-19?

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan, ada tiga lokasi yang menjadi sumber penularan. Yaitu rumah makan, kantor dan transportasi massal. 

Kasus John Kei menjadi berita ketiga yang tak kalah menyita perhatian pembaca Liputan6.com. Sejumlah fakta baru terungkap belum lama ini. Senjata rakitan berhasil disita petugas dari kelompok John Kei.

Tak hanya itu, salah satu anak buah John Kei bahkah berencana membakar rumah Nus Kei, yang tak lain paman dari John Kei.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Sabtu, 27 Juni 2020:

2 dari 5 halaman

1. HEADLINE: Kasus COVID-19 di Jawa Timur Tertinggi di Indonesia, Dipicu Masyarakat yang Tak Disiplin?

New Normal
Perbesar
Ilustrasi Protokol Kesehatan Covid-19 Credit: pexels.com/ready

Ketua Gugus Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim, Joni Wahyuhadi mengungkap per Jumat (26/6/2020), Surabaya Raya menyumbang 65,9 persen dari semua kasus di Jatim atau setara dengan 7.053 kasus.

Disusul oleh Kabupaten Pasuruan 297 kasus, Jombang 230 kasus dan Lamongan 228 kasus.

Joni mengungkap beberapa penyebab tingginya kasus COVID-19 di Jawa Timur salah satunya karena pemerintah provinsi melacak kasus COVID-19 secara masif, khususnya bagi orang tanpa gejala (OTG). 

"Kalau beberapa minggu yang lalu dilaporkan rapid test di Jatim mencapai 213.211, per hari ini (Jumat, 26/6/2020), rapid test yang telah dilakukan sudah mencapai 465.149 test, ini merupakan angka test tertinggi di Indonesia," kata Joni kepada Liputan6.com, Jumat (26/6/2020).

Selain itu tes Polymerase Chain Reaction (PCR) juga sudah dilakukan kepada 53.503 sampel. Hasilnya, kata dia, proporsi OTG Jatim yang dulunya adalah 21 persen kasus konfirmasi positif, per hari ini terdapat 41 persen kasus.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. Gugus Tugas Sebut 3 Lokasi Berpotensi Jadi Sumber Penularan Covid-19

Juru Bicara Perintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto
Perbesar
Juru Bicara Perintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (dok BNPB)

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan ada 3 lokasi yang berpotensi menjadi sumber penularan Covid-19 di dalam kondisi new normal.

"Yang akan juga memiliki potensi untuk terjadinya penularan adalah di rumah makan, di restoran," ucap Yurianto, Jakarta, Jumat 26 Juni 2020.

Menurut Yurianto, beberapa kondisi di rumah makan kerap dihadapkan pada kepentingan bersama dalam waktu yang relatif sempit. Sehingga jaga jarak sulit dihindarkan.

"Sebagai contoh jam makan siang, ini akan dilakukan oleh semua orang dan banyak orang. Dengan kapasitas yang harus kita batasi, sering kali disiplin ini tidak bisa dipenuhi," kata pria yang kerap disapa Yuri ini.

Di samping rumah makan, kantor juga berpotensi menjadi sumber penularan Covid-19.

Guna meminimalisir penularan di kantor, Yuri mengatakan bahwa pengaturan ventilasi dan sirkulasi udara di dalam ruangan kantor menjadi sesuatu yang penting.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Deretan Fakta Terbaru Kelompok John Kei dan Perannya

FOTO: John Kei dan Kelompoknya Dibekuk Polisi
Perbesar
John Kei digiring saat rilis kasus premanisme oleh kelompoknya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020). John Kei memerintahkan anak buahnya membunuh Nus Kei dan anggotanya berinisial ER karena kecewa atas tidak meratanya uang hasil penjualan tanah. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Terungkap sederet fakta baru dari aksi penyerangan kelompok John Kei ke kediaman Nus Kei di Tangerang, Minggu, 21 Juni 2020.

FGU, salah satu pelaku yang sempat buron mengaku saat penyerangan terjadi dirinya berniat membakar rumah paman dari John Kei. Satu kantong plastik berisi bensin disimpannya di mobil Toyota Fortuner saat menyerang rumah Nus Kei.

Selain FGU, polisi mengamankan WL dan FHL. Ketiganya ditangkap di Kampung Simpang, Desa Cibodas, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat, Rabu, 24 Juni kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri menerangkan, saat menyerang kediaman Nus Kei, satu dari tiga anggota kelompok John Kei, yaitu WL melepaskan tembakan ke arah pengemudi ojek online. 

"WL sempat mengeluarkan senjata api rakitan. Pelurunya mengenai kaki daripada sopir ojol," jelasnya.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓