Duka Ketua MPR atas Gugurnya Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian di Kongo

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 25 Jun 2020, 01:10 WIB
Diperbarui 25 Jun 2020, 01:10 WIB
Serma Rama Wahyudi meninggal akibat usai diserang kelompok bersenjata saat menjalankan misi perdamaian di Kongo. (dok TNI)
Perbesar
Serma Rama Wahyudi meninggal akibat usai diserang kelompok bersenjata saat menjalankan misi perdamaian di Kongo. (dok TNI)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan rasa belasungkawa atas gugurnya prajurit TNI bernama Serma Rama Wahyudi saat bertugas di Kongo.

Diketahui, almarhum meninggal dunia akibat serangan pasukan milisi saat tengah bertugas sebagai pasukan perdamaian dunia pada Misi MONUSCO.

"Kita semua turut berbelasungkawa, tentu tidak mudah menerima berita duka ini. Kepada keluarga almarhum Serma TNI Rama Wahyudi, dan juga kepada keluarga besar TNI," ujar pria yang karib disapa Bamsoet ini lewat siaran pers diterima, Rabu (24/6/2020).

Menurut Bamsoet, serangan kelompok milisi terhadap TNI yang tergabung dalam pasukan keamanan PBB di Kongo ini sangat terkutuk. Padahal pasukan PBB ini ditugaskan untuk menjaga dan mengawasi proses perdamaian di wilayah tersebut.

"Saya mendesak Kementerian Luar Negeri segera berkoordinasi dengan PBB dan Pemerintah Kongo untuk menyelidiki serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian itu. Penyerangan terhadap pasukan keamanan PBB yang bertugas tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun," tegas Bamsoet.

Bamsoet berharap, gugurnya Serma Rama Wahyudi tidak menyurutkan nyali prajurit TNI untuk terus berperan menjaga perdamaian dunia. Dia juga berpesan agar Kementerian Luar Negeri RI dan TNI bisa memastikan jenazah almarhum segera tiba di Tanah Air.

"Pemerintah dan TNI sangat layak menganugerahkan penghargaan kepada almarhum Serma Rama Wahyudi. Almarhum merupakan pahlawan yang gugur di luar negeri saat menjalankan tugas negara," Bamsoet menandasi,

2 dari 3 halaman

Kronologi Gugurnya Serma Rama

Serma Rama Wahyudi meninggal akibat usai diserang kelompok bersenjata saat menjalankan misi perdamaian di Kongo. (dok TNI)
Perbesar
Serma Rama Wahyudi meninggal akibat usai diserang kelompok bersenjata saat menjalankan misi perdamaian di Kongo. (dok TNI)

Serma Rama Wahyudi gugut akibat serangan kelompok bersenjata di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika pukul 17.30 waktu setempat, Senin 22 Juni 2020.

Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco Letkol Czi MP Sibuea mengatakan, satu prajurit TNI lainnya terluka diakibatkan serangan di Kongo itu.

Dia menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada saat mereka menjalankan tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan Jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

"Ketika perjalanan kembali ke COB (Central Operation Base), terjadi penghadangan dengan dihujani tembakan ke arah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo," tutur Sibuea dalam siaran tertulis TNI, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Menurut dia, serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo.

Usai kontak senjata, diketahui Serma Rama Wahyudi meninggal dunia akibat terkena tembakan yang menembus dada atas sebelah kiri.

Sementara satu prajurit TNI lainnya yang terluka saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit Level III Goma MONUSCO.

Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco merupakan satgas PBB dari Indonesia yang banyak memberikan kontribusi besar dalam pembangunan infrastruktur di daerah misi dan telah mendapatkan apresiasi besar dari Markas PBB, salah satunya adalah program pembangunan dan rehabilitasi jalan Kasinga-Kadidiwe, Kongo.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓