Pria Terobos Markas Brimob Polda Sultra Diduga Alami Gangguan Jiwa

Oleh Yopi Makdori pada 22 Jun 2020, 07:03 WIB
Diperbarui 22 Jun 2020, 07:04 WIB
Densus Tangkap Terduga Teroris di Bandung, Dekat Tempat Latihan Atlet
Perbesar
Ilustrasi Penangkapan. IOL

Liputan6.com, Jakarta - Polisi telah mengamankan pria yang menerobos masuk Markas Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Sabtu 20 Juni 2020 sore. Pria tersebut diketahui berinisial S (40).

Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara AKBP Ferry Walintukan mengatakan, pria tersebut tercatat sebagai warga Desa Pudahoa, Kelurahan Pudahoa, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan.

"Pada hari Sabtu tanggal 20 Juni 2020 sekitar jam 16.20 WITA, bertempat di Mako Sat Brimob Polda Sultra telah memaksa masuk di Kesatriaan seorang pria dengan identitas nama Salman," ujar Ferry dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Minggu (21/6/2020).

Berdasarkan hasil keterangan keluarga dan aparat desa tempat tinggal pelaku, penerobosan Mako Brimob Polda Sultra diketahui sempat menyerang rumah Kepala Desa Pudahoa lantaran tak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai atau BLT.

"Bahwa pada malam Sabtu tanggal 19 Juni 2020 Saudara Salman sempat menyerang rumah Kepala Desa Pudahoa, Kabupaten Konsel, Sulawesi Tenggara karena tidak mendapat BLT," ungkap Ferry.

Pihak keluarga juga menyatakan bahwa S memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah berobat di RS Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara dengan nomor pasien 06.66.97. Sementara pada 2009 lalu, dia pernah dirantai oleh keluarga karena kerap menyerang warga.

"Keterangan Pak Dahlan, saudara angkat Salman bahwa pada sekitar tahun 2009 lalu saudara Salman pernah dirantai selama sekitar satu tahun karena sering menyerang orang lain," ucap Ferry.

Lebih lanjut, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan S saat merangsek masuk ke Mako Brimob Polda Sultra. Barang bukti yang disita antara lain, korek api, paku, seliter bensin yang dikemas dalam botol air minum dalam kemasan, serta gagang besi.

2 dari 3 halaman

Menantang Petugas

Dalam video yang beredar, pelaku terlihat membawa payung dan mengenakan gamis serta membawa tas kecil selempang warna hitam. Ia sempat diperingatkan oleh petugas jaga di sana yang jumlahnya lebih dari satu orang.

Namun pelaku justru semakin mendekat bahkan mengejar petugas yang berusaha menghalau dia. Pelaku meneriakkan kalimat tauhid dan beberapa kali menantang petugas. "Tembak saya, tembak saya," ucapnya.

Pria tersebut akhirnya berhasil disergap dari belakang oleh salah satu personel Brimob Polda Sultra. Saat ini, pelaku masih diperiksa intensif terkait aksinya tersebut.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓