Sampah Plastik di DKI Jakarta Meningkat saat Pandemi Corona

Oleh Rita Ayuningtyas pada 19 Jun 2020, 11:30 WIB
Diperbarui 19 Jun 2020, 11:30 WIB
Kampung Bengek
Perbesar
Suasana permukiman kumuh yang berdiri di atas tumpukan sampah di Kampung Bengek, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (3/9/2019). Permukiman kumuh tersebut berdiri di atas rawa yang membeku karena timbunan sampah plastik, kasur bekas hingga limbah rumah tangga. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Volume sampah plastik di DKI Jakarta naik selama masa pandemi Corona dan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Meskipun, jumlah sampah yang dihasilkan secara keseluruhan mengalami penurunan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta H Andono Warihm menjelaskan, ada tiga periode penting dalam masa penanganan Covid-19 di Ibu Kota, yaitu dimulainya seruan beraktivitas di rumah oleh Pemprov DKI Jakarta pada 16 Maret, berlakunya PSBB sejak 10 April dan dimulainya PSBB transisi pada 4 Juni.

"Dari ketiga milestone itu kita melihat jumlah sampah berkurang," kata Andono dalam diskusi online yang diadakan Greenpeace Indonesia di Jakarta, seperti yang dilansir dari Antara, Jumat (19/6/2020).

Dia memberi contoh, pada periode 1-15 Maret 2020, sampah yang dihasilkan rata-rata 9.300 ton per hari. Setelah dimulainya seruan beraktivitas di rumah pada 16 Maret-9 April 2020 jumlah sampah mencapai sekitar 8.400 ton per hari dan periode 10 April-4 Juni turun menjadi 6.300 ton per hari.

 

2 dari 3 halaman

Tak Ada Penimbunan

Menurut Andono, dari data tersebut dapat diambil kesimpulan, selama periode tindakan menekan infeksi Covid-19 seperti PSBB membuat tren jumlah sampah yang dihasilkan dan ditimbun di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Bantargebang mengalami pengurangan.

"Namun, sekali lagi ternyata komposisi plastiknya meningkat," kata Andono.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓