Corona Bakal Jadi Isu di Panggung Pilkada, Mendagri: Justru Menguntungkan

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 11 Jun 2020, 19:41 WIB
Diperbarui 11 Jun 2020, 19:41 WIB
Mendagri Tito Karnavian.
Perbesar
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Isitmewa)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, memang ada kerawanan pelaksanaan pemilihan kepaa daerah (Pilkada) di masa pandemi, tapi mungkin tantangan ini dapat menjadi peluang.

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi II DPR RI. Selain pihak pemerintah, turut hadir KPU, Bawaslu, dan DKPP.

Menurut dia, diperkirakan akan ada 220 incumbent akan bertanding. Di mana bisa jadi masalah penanganan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya ini jadi isu sentral. 

"Ini akan menjadi pertaruhan oleh para kandidat termasuk nonpetahana juga bisa mencari untuk kontestasi tentang keberhasilan atau tidak keberhasilan dari Petahana," kata Tito, Kamis (11/6/2020). 

"Kami kira kalau ini bisa setting sedemikian rupa isunya, menjadi isu Covid-19 dan dampak sosial ekonominya, justru dengan adanya Pilkada ini, para kepala daerah akan berkerja keras untuk melandaikan kurva masing-masing," lanjut dia. 

Menurut dia, jika kurvanya merah dan meningkat, ini tentu mendapat serangan dari lawannya. "Sehingga ada peluang bagi kita untuk memaksa pimpinan dan semua pihak untuk menurunkan kurva penularan," jelas Tito. 

2 dari 3 halaman

Rp 9,2 Triliun Anggaran untuk Pilkada

20151209-Unik, Coblos di TPS Ini Diantar Odong-odong-Depok
Perbesar
Warga memasukkan surat suara ke dalam kotak suara saat menggunakan hak pilih pada pemungutan suara Pilkada Depok di TPS Kampung Pilkada RW 03, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/12). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Tito menuturkan, ada anggaran Pilkada Rp 9,2 triliun yang otomatis akan beredar dengan adanya Pilkada. Dan ini belum dengan penambahan dari APBN. 

"Ini berdampak positif kepada ekonomi. Karena 60 persen anggaran itu akan digunakan untuk intensif penyelenggara. Baik di TPS, KPU, maupun di Bawaslu, dan lain-lain. Sehingga, kalau kita lihat dari 300 ribu TPS lebih, ada 10 orang petugas di TPS, itu melibatkan sekitar 3 juta orang yang akan diberikan intensif, sehingga sebetulnya kita sudah membuat lapangan kerja untuk 3 juta orang dan ini juga memberikan dampak stimulus masing-masing," tukasnya. 

"Karena daya beli meningkat, ada uang yang beredar dan kemudian ditambah lagi 40% alat pemilihan atau pelindung, makanya kami mendorong ekonomi termausk pengananan masker, hand sanitizer," pungkas Tito. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓