Top 3 News: Antigen Kandidat Vaksin Covid-19 di Indonesia Selesai Oktober 2020

Oleh Liputan6.comNila Chrisna YulikaMaria Flora pada 09 Jun 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 09 Jun 2020, 08:00 WIB
20160628-Ilustrasi-Vaksin-iStockphoto
Perbesar
Ilustrasi Foto Vaksin (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news hari ini, terkait para peneliti dari berbagai negara yang tengah berpacu untuk menemukan vaksin Corona atau Covid-19, tak terkecuali Indonesia.

Menurut peneliti vaksin Covid-19 dari lembaga Eijkman Prof. dr. Herawaty Sudoyo, saat ini ada 121 kandidat vaksin dalam fase penelitian. Bahkan dari beberapa kandidat vaksin, telah memasuki fase ketiga, yakni telah diuji klinis ke manusia. 

Sementara, kabar gembira juga datang dari upaya para peneliti di Tanah Air untuk menemukan vaksin Corona atau Covid-19.

Menurut Prof Herawaty Sudoyo, saat ini tahapan isolasi dan amplifikasi gen spike ialah pada Maret hingga April 2020. Kemudian kloning vektor pada Mei 2020. Dilanjutkan dengan menghasilkan antigen kandidat vaksin pada Juni hingga Oktober 2020.

Berita politik Tanah Air juga tak kalah disorot pembaca Liputan6.com. Sejumlah nama tokoh masuk dalam survei Indikator Politik Indonesia sebagai kandidat calon presiden di 2024 mendatang.

Selain Prabowo Subianto, di sana juga ada nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Nama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga tak ketinggalan.

Selama pandemi Covid-19, nama ketiga tokoh ini menurut hasil survei, elektabilitasnya naik signifikan. Hingga Mei 2020, eletabilitas Ridwan Kamil menjadi 7,7 persen.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Senin, 8 Juni 2020:

2 dari 5 halaman

1. Eijkman: Antigen Kandidat Vaksin COVID-19 Indonesia Selesai Oktober 2020

20160628-Ilustrasi-Vaksin-iStockphoto
Perbesar
Ilustrasi Foto Vaksin (iStockphoto)

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman memperkirakan hasil antigen kandidat vaksin COVID-19 di Indonesia akan tersedia dan selesai antara Juni hingga Oktober 2020. Setelah melewati kloning gen ke vektor pada Mei 2020.

"Lanskap dunia terkait vaksin COVID-19 menunjukkan ada 121 kandidat vaksin dalam fase penelitian dan diantaranya itu sama platformnya yang akan diambil oleh Indonesia," kata tim peneliti vaksin COVID-19 dari lembaga Eijkman Prof. dr. Herawaty Sudoyo di Jakarta, Senin (8/6/2020).

Secara umum, dari 121 kandidat vaksin dalam fase penelitian dunia tersebut, 40 di antaranya memilih platform protein subunit. Platform ini merupakan satu dari tujuh strategi platform atau pengembangan vaksin di dunia.

Jumlah kandidat vaksin yang masih berada dalam penelitian tersebut, kata Herawaty pada hakikatnya jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan kandidat vaksin dalam gambaran Badan Kesehatan Dunia yang telah berada pada tahap evaluasi klinis dengan berbagai platform.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. Ganjar Pranowo Melesat di Survei Capres 2024, Ini Kata PDIP

Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden melejit di tengah pandemi Covid-19. Dalam survei Indikator Politik Indonesia, elektabilitas Ganjar sebesar 11,8 persen pada bulan Mei 2020, berada di nomor dua setelah Prabowo Subianto.

Menanggapi hal tersebut, politikus PDIP Hendrawan Supratikno menilai terlalu cepat untuk bicara Pilpres. Dia mengatakan, hasil survei bakal berbeda tergantung dengan metodologi.

Diberitakan, survei Indikator Politik Indonesia menunjukan pandemi Covid-19 berdampak kepada elektabilitas tokoh-tokoh nasional yang digadang kuat bakal berkontestasi di Pemilu 2024.

Pada hasil survei yang dilaksanakan 16-18 Mei 2020, nama Menhan Prabowo Subianto masih paling tinggi di angka 14,1 persen.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Wapres: Belajar Online Tak Optimal, Pemerintah Pertimbangkan Sekolah Dibuka

Jalin Silahturahmi, Emtek Grup Bertamu ke MUI
Perbesar
Ketua MUI Ma`ruf Amin (tengah) bersama Direktur Utama Indosiar Imam Sudjarwo (kiri) saat menerima kunjungan Emtek Grup di Gedung MUI Jakarta, Selasa (8/8). Kunjungan Emtek Grup ke MUI tersebut untuk menjalin silaturahmi. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengakui metode pembelajaran secara daring atau online selama pandemik COVID-19 kurang optimal. Sehingga Pemerintah mempertimbangkan untuk membuka kembali sekolah di daerah zona hijau dengan syarat sesuai protokol kesehatan.

Ma'ruf menilai belajar secara daring tidak semaksimal jika dilakukan secara konvensional melalui tatap muka langsung antara guru dan murid, karena ada keterbatasan akses komunikasi dalam kegiatan belajar dan mengajar.

Di masa pandemik COVID-19, kata Ma'ruf, ketika Pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kegiatan belajar secara daring menjadi salah satu solusi agar pembelajaran tetap berjalan.

Namun, pelaksanaannya di bidang pendidikan, banyak sekolah khususnya di daerah tidak dapat menjalankan pembelajaran secara daring, antara lain karena keterbatasan akses internet.

"Maka yang disepakati, yang paling aman, paling konservatif, yaitu sekolah yang (akan) dibuka itu yang daerah hijau yang sekarang sudah sekitar 98 kabupaten-kota yang masuk hijau; sementara yang kuning apalagi yang merah, itu belum dibuka," jelasnya seperti dikutip dari Antara.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓