Antrean Perpanjangan SIM di Polres Jaksel Mengular sejak Pukul 04.00 WIB

Oleh Luqman Rimadi pada 05 Jun 2020, 09:15 WIB
Diperbarui 05 Jun 2020, 09:15 WIB
Antrean panjang warga yang akan memperpanjang SIM di Kantor Polres Jakarta Selatan. (Dok: TMC Polda Metro Jaya)
Perbesar
Antrean panjang warga yang akan memperpanjang SIM di Kantor Polres Jakarta Selatan. (Dok: TMC Polda Metro Jaya)

Liputan6.com, Jakarta Pemohon perpanjangan SIM di Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat, hari ini  membeludak, bahkan antrean sudah terjadi sejak pukul 04.00 WIB.

Panjangnya antrean permohonan perpanjangan SIM di Polres Metro Jakarta Selatan diinformasikan melalui twitter TMC Polda Metro Jaya (@TMCPoldaMetro) pukul 06.25 WIB.

“Pelayanan pemohon perpanjangan SIM di Polres Metro Jaksel membludak krn mulai pukul 04.00 wib sdh berdatangan, dihimbau bagi masyarakat yang akan memperpanjang bisa di lain hari,” cuit akun twitter @TMCPoldaMetro, Jumat (5/6/2020).

Dalam gambar yang diunggah akun tersebut, terlihat antrean pemohon memanjang dari ruang pelayanan hingga ke parkiran Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Petugas mengimbau kepada pemohon untuk mengurus perpanjangan SIM di lain hari karena masih diberi waktu dispensasi hingga 29 Juni 2020.

Namun Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Sri Widodo saat dikonfirmasi mengatakan tidak terjadi pembludakan pemohon SIM di wilayah itu.

Menurut dia, petugas Satlantas Polres Metro Jaksel bersama Wakasat Lantas telah mengatur antrean pemohon agar tertib dan menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak fisik (physical distancing).

"Tidak membludak, di tempat saya (Polres Jaksel) sudah rapi, tempatnya Alhamdulillah luas, antreannya bagus sudah diatur oleh Bu Waka, Dikyasa dan Patroli," kata Widodo.

Widodo mengatakan, petugas dikerahkan di lokasi untuk mengecek dan mengatur antrean warga yang memohon perpanjangan SIM. Petugas juga mengimbau warga untuk tidak buru-buru bisa melakukan perpanjangan SIM di hari kemudian.

Menurut Widodo, ramainya permohonan perpanjangan SIM karena  selama pandemi COVID-19 layanan permohonan SIM ditiadakan.

"Hampir dua, tiga bulan masa COVID-19 semua aktivitas perpanjangan SIM berhenti, akibat daripada itu mulai kemarin Sabtu dibuka kembali layanan, tetap menjaga protokol kesehatan," kata Widodo.

Menurut Widodo, antrean yang terjadi sangat wajar mengingat warga begitu antusias untuk mengurus perpanjangan SIM setelah layanan sempat dihentikan. Dia mengartikan tingginya animo masyarakat mengurus perpanjangan SIM sebagai bentuk kesadaran untuk memenuhi kewajiban sebagai warga negara yang baik.

"Jadi manusiawi, mereka memenuhi kewajiban lebih awal, kenapa lebih awal berarti antusiasme masyarakat tinggi," kata Widodo seperti dilansir dari Antara.  

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Siapkan Fasilitas Penunjang Protokoler Kesehatan

SIM Keliling beroperasi di Masjid At-Tin Jakarta Timur
Perbesar
Warga mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) di mobil layanan SIM Keliling Masjid At-Tin, Jakarta Timur, Kamis (4/6/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengoperasikan kembali layanan mobil SIM Keliling untuk mengantisipasi antrean pemohon. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Untuk tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19, Polrestro Jaksel menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan, pengukuran suhu tubuh hingga cairan cuci tangan (hand sanitizer)bagi pemohon SIM.

Selain itu, Polres Metro Jaksel juga membatasi permohonan SIM per hari sebanyak 300 hingga 350 pemohon karena komputer dan mesin pencetak SIM memiliki keterbatasan. Sebelum pandemi COVID-19, rata-rata permohonan SIM dan perpanjangan sebanyak 200 hingga 250 pemohon.

Bagi masyarakat yang masa berlaku SIM telah habis pada April, Mei dan Juni masih ada waktu untuk melakukan perpanjangan hingga 29 Juni 2020.

"Jadi ada dispensasi sampai 29 Juni, masyarakat tidak perlu khawatir, kalaupun harus datang tetap terapkan protokol kesehatan dan jaga jarak," kata Widodo.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓