Jokowi Ingatkan Kasus Stunting dan DBD Tak Kalah Penting Meski Fokus Corona

Oleh Nanda Perdana Putra pada 29 Mei 2020, 12:47 WIB
Diperbarui 29 Mei 2020, 12:47 WIB
Jokowi work from home

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak ingin fokus penanganan pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat jajarannya lupa dengan urusan di sektor kesehatan yang juga tidak kalah penting. Seperti penuntasan kasus stunting dan demam berdarah dengue (DBD).

"Di bidang kesehatan kita memiliki agenda besar yaitu menurunkan stunting, pemberantasan TBC, malaria, demam berdarah, HIV/AIDS dan juga berkaitan dengan hidup sehat yang ini harus terus kita kerjakan," tutur Jokowi dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang digelar daring, Jumat (29/5/2020).

Jokowi menyebut, upaya penuntasan penanganan pandemi Covid-19 juga perlu dibarengi dengan penguatan peningkatan kesejahteraan di berbagai sektor dasar.

"Agenda-agenda strategis yang sangat penting bagi bangsa dan negara kita, yang menjadi prioritas bagi kepentingan nasional, tidak boleh berhenti dan tetap harus kita lanjutkan," jelas dia.

"Agenda strategis tidak hanya di bidang ekonomi, tapi juga di bidang-bidang mendasar lainnya baik yang penting bagi kehidupan rakyat kita yaitu yang berkaitan dengan pendidikan, yang berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM, dan juga bidang kesehatan," sambung Jokowi.

ebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi menerangkan, jumlah kasus DBD dan kematian mengalami peningkatan. Pada 30 April 2020 ada 50.122 kasus, lalu awal Mei 2020 menjadi 52.302 kasus.

2 dari 3 halaman

Terbanyak Jawa Barat

Untuk kasus kematian pada 30 April 2020, 315 meninggal, kemudian awal Mei 2020 menjadi 322 meninggal.

"Temuan kasus DBD terbanyak ada di Jawa Barat dengan 6.337 kasus. Diikuti kasus yang banyak juga dari Bali 6.050 kasus, dan NTT 5.010 kasus," kata Nadia saat dihubungi Liputan6.com melalui pesan singkat, Selasa 5 Mei 2020.

Adapun kabupaten/kota dengan catatan kasus DBD terbanyak antara lain, Buleleng 2.057 kasus, Sikka 1.624 kasus, Badung, 1.355 kasus, Lombok Barat 978 kasus, dan Kota Denpasar 858 kasus.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓