4 Provinsi Ini Bakal Terapkan New Normal, Ini Ulasannya

Oleh Maria Flora pada 28 Mei 2020, 19:15 WIB
Diperbarui 28 Mei 2020, 19:16 WIB
Jakarta Menuju Kenormalan Baru

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah tengah mematangkan penerapan pola hidup normal atau new normal selama pandemi Corona atau Covid-19 masih terjadi di Tanah Air.

Ada empat provinsi yang digadang-gadang bakal mulai memasuki kehidupan new normal di tengah wabah Corona. Keempat daerah itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat dan Gorontalo.

Untuk membiasakan masyarakat dengan gaya hidup baru jelang era new normal, 340.000 personel TNI-Polri dikerahkan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

"Hari ini akan digelar oleh TNI dan Polri, pasukan berada di titik-titik keramaian dalam rangka lebih mendisiplinkan agar masyarakat mengikuti protokol kesehatan sesuai PSBB," kata Jokowi usai meninjau kesiapan penerapan new normal di Statiun MRT Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat, Selasa kemarin, 26 Mei 2020.

Jokowi meyakini dengan melakukan pendisiplinan secara masif dapat membuat penyebaran virus Corona di Tanah Air menurun.  

"Kita lihat R0 (Indeks Penularan Covid-19) beberapa provinsi sudah di bawah satu dan kita harap semoga turun dengan digelarnya pasukan TNI-Polri secara masif," kata Jokowi.

Berikut ulasan new normal yang bakal diterapkan di empat provinsi tersebut: 

2 dari 6 halaman

Jawa Barat

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan melakukan skenario untuk penyesuaian tatanan normal baru alias new normal setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir 29 Mei 2020 mendatang.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan penerapan normal baru tersebut kemungkinan dilaksanakan pada 1 Juni 2020.

"Ya, kita akan mulai kurang lebih di hari Senin, jadi dari Rabu sampai Minggu kita sosialisasi," kata Ridwan Kamil dalam konferensi pers usai menghadiri rapat terbatas penanggulangan Covid-19 di Mapolda Jabar, Rabu, 27 Mei 2020. 

Emil, panggilan akrabnya mengatakan, per hari ini angka reproduksi virus corona (Covid-19) di Jabar berada di angka 1,09. Dalam standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka 1,09 itu artinya wabah virus Corona dianggap telah terkendali.

"Semakin kecil angka, di nol koma itu lebih baik. Nah kita akan fokus menjaga ini selama 14 hari ke depan. Jadi sudah satu minggu rasionya di angka satu dan mudah-mudahan satu minggu lagi tetap di angka satu, sehingga bisa dalam kategori terkendali," ucapnya.

Dengan angka pengendalian tersebut, Emil menyampaikan bahwa Jabar menjadi satu dari empat provinsi yang diizinkan pemerintah pusat untuk melakukan persiapan normal baru. Selebihnya, lanjut Emil, terdapat 25 kota di luar keempat provinsi yang bakal menerapkan tatanan normal baru.

3 dari 6 halaman

DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dalam dua minggu ke depan akan menjadi masa penentuan apakah PSBB di DKI Jakarta akan berakhir menuju kondisi normal baru atau masih tetap harus diberlakukan.

Anies juga menyebutkan, ketaatan warga menjalani protokol kesehatan penanganan COVID-19 sesuai aturan PSBB periode ketiga, menjadi kunci ibu kota menghadapi transisi masa normal baru.

Sementara itu, Anies kini tengah mempersiapkan sejumlah protokol kesehatan untuk masyarakat menjalani aktivitas normal baru.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB di DKI Jakarta sejak 10 April 2020 dan akan berakhir pada 4 Juni 2020.

Dia menyebut protokol tersebut guna mencegah penularan virus corona atau Covid-19 di masyarakat.

"Nanti akan kita umumkan protokol-protokol di setiap sektor, dari mulai protokol kegiatan perekonomian, peribadatan, sosial, budaya," kata Anies dalam keterangan pers Pemprov DKI, Selasa, 26 Mei 2020. 

Selain itu, dia menyebut saat ini sejumlah ahli tengah mengumpulkan data yang ada. Hasil tersebut akan menjadi landasan perpanjangan atau berakhirnya PSBB Jakarta.

"Jadi yang menentukan PSBB ini diperpanjang atau tidak itu sebenarnya bukan pemerintah, bukan parah ahli, tapi yang menentukan adalah perilaku seluruh masyarakat di wilayah PSBB," ucapnya.

Namun, Pemprov DKI sendiri enggan gegabah dengan buru-buru menerapkan new normal.

4 dari 6 halaman

Gorontalo

Kota Gorontalo, menjadi kota ketiga yang diberikan izin oleh pemerintah untuk menerapkan era normal baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19. 

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menegaskan, masih akan melakukan pengkajian yang matang sebelum masuk ke era normal baru.

Dalam rapat bersama Forkopimda di rumah jabatan Gubernur, Selasa (26/5/2020), Rusli mengatakan, pihaknya akan segera melakukan kajian yang melibatkan para kepala daerah kabupaten/kota di seluruh wilayah Gorontalo.

Meski baru akan dikaji, Rusli mengklaim Gorontalo sudah sangat siap jika diberlakukan era normal baru.

"Kami siap, selama aturan itu tidak membuat kasus Covid-19 bertambah, sah saja untuk bisa diterapkan," katanya.

Selain kajian yang mendalam, Rusli juga memastikan Pemprov Gorontalo akan melakukan banyak upaya preventif dan sosialisasi dalam penerapan era normal baru.

Sosialisasi tersebut akan dilakukan secara masif di seluruh wilayah Gorontalo dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat, para tokoh dan pemuka agama.

Kalau kajian sudah matang, semua akan kita gerakan untuk penerapan new normal. Apapun yang menjadi imbauan pemerintah pusat dan daerah, itu kembali pada kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan.

5 dari 6 halaman

Sumatera Barat

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, new normal merupakan suatu kehidupan dengan kebiasaan baru, aktivitas baru di mana masyarakat diminta berdamai dan beradaptasi dengan virus corona Covid-19.

"Kita tidak mungkin berdiam diri terus di rumah, mungkin sudah banyak yang protes, jenuh, apalagi menyangkut persoalan ekonomi," kata Gubernur kepada Liputan6.com, Selasa (26/5/2020) 

Pemberlakukan konsep new normal ini, lanjutnya dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin sembari menunggu vaksin Covid-19 ditemukan.

Pemerintah Sumbar saat ini akan menyosialisasikan konsep new normal kepada masyarakat, dan akan memberitahukan apa-apa saja aturan yang mesti dipatuhi saat pemberlakuannya.

Gubernur menyebut, saat ini warga Sumbar yang terjangkit Covid-19 mulai menunjukkan grafik yang cenderung menurun.

Namun di Kota Padang, jelasnya agak sulit sebab orang yang berjualan selama masa inkubasi sudah banyak bertemu orang dan belanja.

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓