TNI: Tenaga Medis Covid-19 yang Dibunuh KKSB di Intan Jaya Warga Asli Papua

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 23 Mei 2020, 13:17 WIB
Diperbarui 23 Mei 2020, 13:17 WIB
Kronologi Penyerangan di Papua, 16 Anggota TNI Dikepung 80 Orang KKSB
Perbesar
Ilustrasi Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata atau KKSB Papua. (Kriminologi)

Liputan6.com, Jakarta Dua orang tenaga medis penanganan virus corona Covid-19 di Kabupaten Intan Jaya, Papua dianiaya oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB), Jumat 22 Mei 2020 kemarin. Satu orang tenaga medis tewas dalam insiden tersebut.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan, kedua korban merupakan orang asli Papua (OAP). Mereka ditugaskan di puskesmas setempat sebagai bagian dari Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Intan Jaya.

"Pada hari Jumat sekitar pukul 13.00 waktu setempat bertempat di Kampung Wandai Distrik Homeo telah terjadi penganiayaan oleh Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) terhadap dua orang masyarakat asli Papua (OAP)," ucap Eko dalam siaran pers tertulis, Sabtu (23/5/2020).

Kedua korban yakni Kepala Puskesmas Kampung Wandai Ale Melik Bogau dan pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya Heniko Somau. Heniko Somau meninggal dunia dalam insiden tersebut. Sementara Ale Melik Bogau mengalami luka dan sedang dirawat.

"Mereka mengalami luka sabetan parang," kata Eko.

Saat kejadian, kata Eko, keduanya tengah bertugas mensosialisasikan bahaya virus corona Covid-19 kepada masyarakat di wilayah Distrik Homeo, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Dugaan sementara motif penganiayaan adalah karena kelompok separatis menganggap kedua korban adalah sebagai mata-mata aparat TNI/Polri," kata Eko.

 

2 dari 3 halaman

Buru Pelaku

Atas insiden berdarah ini, langkah-langkah diambil aparat keamanan Gabungan TNI/Polri antara lain memberikan penekanan kepada seluruh jajaran satuan di wilayah agar meningkatkan kewaspadaan dan selanjutnya membantu mengevakuasi korban penganiayaan ke Rumah Sakit terdekat.

"Kondisi keamanan Kamp Wandai Distrik Homeo dapat terkendali, aparat gabungan TNI/Polri masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku penganiayaan," kata Eko menandasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓